Bogor - Seorang guru sekolah dasar (SD) berinisial Apid (50) menjadi korban pembegalan saat sedang menjalankan pekerjaan sampingan sebagai pengemudi ojek pangkalan (opang) di kawasan Cariu, Bogor, Jawa Barat. Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (16/5) petang, di mana korban ditodong pisau oleh penumpangnya sendiri hingga motornya raib dibawa kabur.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Cariu Kompol Agus Hidayat mengungkapkan bahwa peristiwa berawal saat korban sedang mangkal di pangkalan ojek. Seorang pria yang tidak dikenal datang dan berpura-pura menjadi penumpang yang meminta diantar menuju daerah Malibo. Lokasi tersebut dikenal sepi dan mengarah ke kawasan hutan yang jauh dari pemukiman warga.
"Jadi dia (korban) itu pas magrib ada orang mau naik ojek dia, cuma seharusnya kan si tukang ojek ini seharusnya curiga. Pelaku berpura-pura jadi penumpang meminta diantar ke arah daerah Malibo, itu daerah sepi, arahnya ke hutan. Padahal di daerah itu sudah tidak ada perumahan, tidak ada kampung," kata Agus, Senin (18/5/2026).
Aksi Pembegalan
Sesampainya di jalan yang sepi, pelaku langsung mengeluarkan pisau kecil dan menodongkannya ke arah korban sambil meminta motor untuk diserahkan. Korban yang merupakan seorang guru SD berusia 50 tahun sempat berusaha melawan dan mempertahankan motornya. Namun, pelaku mendorong korban hingga terjatuh ke semak-semak.
"Jadi pelaku ini bawa pisau kecil, jadi sempat nodong ke korban gitu, minta motor diserahin. Mungkin korban berusaha mempertahankan terus didorong ke semak-semak, kepeleset dan jatuh," jelas Agus. Akibat dorongan tersebut, korban mengalami luka lecet di bagian bibir karena terbentur tanah. "Korban sempat kebentur tanah, jadi luka sedikit lecet di bibirnya," imbuhnya.
Korban Seorang Guru SD
Polisi mengonfirmasi bahwa korban bernama Apid merupakan seorang guru SD di Cariu. Ia menjalani profesi sebagai pengemudi ojek pangkalan untuk menambah penghasilan di luar jam mengajar. "Korban atas nama Apid, usianya 50-an. Jadi dia itu usianya sudah agak tua. Jadi dia guru yang cari sampingannya ngojek. Dia guru SD di Cariu," kata Agus.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi para pengemudi ojek, terutama saat melayani penumpang ke lokasi sepi. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku pembegalan tersebut. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan selalu memerhatikan situasi sekitar saat menerima orderan, khususnya menuju daerah yang jarang penduduk.



