Polisi California Bingung Tilang Mobil Otonom Waymo yang Putar Balik Ilegal
Polisi Bingung Tilang Mobil Otonom Waymo Putar Balik Ilegal

Aparat kepolisian di San Bruno, California, Amerika Serikat, mengalami momen yang membingungkan saat berusaha menindak sebuah mobil tanpa pengemudi yang kedapatan melakukan putar balik ilegal di persimpangan lampu lalu lintas. Insiden ini terjadi pada September 2025, ketika petugas sedang menggelar operasi penindakan pengemudi mabuk (DUI) di wilayah tersebut.

Kendaraan Tanpa Pengemudi yang Membuat Bingung

Saat operasi berlangsung, polisi menghentikan sebuah mobil yang terlihat melakukan putar balik secara ilegal. Namun, ketika mereka mendekati kendaraan itu, mereka terkejut karena tidak menemukan seorang pun di balik kemudi. Mobil tersebut ternyata adalah kendaraan otonom milik Waymo, layanan transportasi tanpa pengemudi yang beroperasi di wilayah Teluk San Francisco.

Tantangan Hukum dan Teknologi

Kejadian ini menyoroti tantangan baru dalam penegakan hukum di era kendaraan otonom. Polisi biasanya menilang pengemudi yang melanggar aturan, tetapi dalam kasus ini, tidak ada manusia yang bisa dimintai pertanggungjawaban langsung. Waymo, sebagai perusahaan teknologi, memiliki sistem yang dirancang untuk mengikuti peraturan lalu lintas, namun insiden ini menunjukkan bahwa kesalahan teknis atau situasi tak terduga masih mungkin terjadi.

Operasi DUI yang awalnya ditujukan untuk menangkap pengemudi mabuk justru berubah menjadi uji coba tak terduga bagi regulasi kendaraan otonom. Petugas kepolisian harus menghadapi dilema: bagaimana menangani pelanggaran yang dilakukan oleh kendaraan yang dikendalikan oleh kecerdasan buatan, bukan oleh manusia.

Respons dari Waymo dan Implikasinya

Waymo, sebagai penyedia layanan mobil otonom, kemungkinan akan meninjau ulang data dan rekaman dari insiden ini untuk memahami penyebab putar balik ilegal tersebut. Perusahaan ini dikenal dengan komitmennya terhadap keselamatan dan kepatuhan hukum, sehingga kejadian di San Bruno bisa menjadi pelajaran berharga untuk penyempurnaan sistem mereka.

Insiden ini juga memicu diskusi tentang perlunya pembaruan regulasi lalu lintas yang mencakup kendaraan otonom. Saat ini, banyak hukum lalu lintas masih berfokus pada pengemudi manusia, sehingga kasus seperti ini bisa mendorong otoritas setempat untuk mengembangkan pedoman yang lebih jelas untuk teknologi transportasi masa depan.