PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan commuter line atau KRL lintasan Bogor-Jakarta Kota akan menggunakan 12 rangkaian seluruhnya. Proses pengadaan dilakukan secara bertahap, seiring dengan produksi kereta oleh PT INKA dan pengembangan peron di Stasiun Bogor.
Pemesanan Kereta 12 Rangkaian Dilakukan Bertahap
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa pemesanan kereta seluruhnya berjenis SF (jumlah gerbong) 12 dengan kedatangan bertahap. "Semua harus disiapkan, baik peron maupun prasarana lainnya seperti kapasitas peron, listrik, dan layanan," ujarnya saat dihubungi pada Minggu (12/7/2026).
Saat ini, KRL dengan rute red line tersebut sudah ada yang menggunakan 12 rangkaian, namun belum seluruhnya. Masih ada rangkaian yang terdiri dari 8 dan 10 gerbong. "Ke depan, pengadaan KRL semuanya sudah SF12," tuturnya.
Produksi oleh INKA dan Pengembangan Peron
Anne menjelaskan bahwa kereta 12 rangkaian sedang diproduksi oleh PT INKA (Industri Kereta Api). Karena produksi membutuhkan waktu, penerapan KRL 12 rangkaian di red line dilakukan bertahap. "Pemenuhan sarananya bertahap, masih di produksi INKA," sebutnya.
Saat ini, pengembangan peron di Stasiun Bogor tengah dilakukan agar cukup untuk kereta dengan 12 rangkaian. Ditargetkan pengembangan stasiun ini rampung pada akhir bulan. "Saat ini untuk Stasiun Bogor peron 6, 7, dan 8 sedang tahap akhir. Kami upayakan bulan ini selesai, kemarin sudah uji coba. Jika sudah oke semua uji cobanya, segera melayani commuter red line," katanya.



