Kuwait hingga Oman Kutuk Serangan Terbaru Iran ke Wilayah Teluk
Kuwait hingga Oman Kutuk Serangan Terbaru Iran

Garda Revolusi Iran menargetkan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di beberapa negara Teluk, memicu kecaman keras dari Kuwait hingga Oman. Serangan terbaru ini dinilai sebagai eskalasi yang sangat berbahaya yang dapat memperburuk ketegangan dan ketidakstabilan di kawasan.

Kuwait Kecam Serangan Iran

Kementerian Luar Negeri Kuwait dalam pernyataan resminya menyatakan, "Berlanjutnya serangan ini merupakan eskalasi yang sangat berbahaya yang akan memperburuk ketegangan dan ketidakstabilan di kawasan tersebut." Kuwait menilai serangan Iran ke wilayah teritorialnya mengancam perdamaian dan keamanan regional, serta melemahkan upaya diplomatik yang bertujuan meredakan ketegangan dan menyelesaikan krisis melalui cara damai.

Kuwait menegaskan bahwa pihaknya "berhak untuk mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk melindungi keamanannya dan menjaga kedaulatannya sesuai dengan ketentuan hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa."

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Oman Kecam Serangan yang Terjadi Setelah Kunjungan Menlu Iran

Pemerintah Oman juga mengecam serangan terhadap wilayahnya. Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Oman menjadi tuan rumah kunjungan Menteri Luar Negeri Iran untuk membahas masalah keamanan di Selat Hormuz. Kantor Berita Oman (ONA) melaporkan bahwa "Kesultanan Oman menegaskan kecaman dan penolakannya terhadap serangan ini."

ONA juga melaporkan bahwa salah satu lokasi di provinsi Musandam menjadi sasaran drone. Musandam adalah daerah pegunungan di Oman yang menjorok ke Selat Hormuz dan berbatasan dengan Uni Emirat Arab. Pemerintah Oman mengatakan sedang mengambil "semua langkah yang diperlukan untuk menangani perkembangan tersebut guna menjaga keamanan negara dan penduduknya."

Qatar dan Negara Lain Ikut Mengutuk

Qatar juga mengutuk serangan Iran terhadap wilayahnya dan negara-negara tetangganya. Kementerian Luar Negeri Qatar dalam pernyataannya menyebut serangan tersebut sebagai "eskalasi berbahaya" dan mengecam "sekeras-kerasnya serangan baru yang dilakukan oleh Republik Islam Iran," seraya merujuk pada penargetan Yordania, Uni Emirat Arab, Bahrain, Oman, dan Kuwait.

Negara-negara dari seluruh kawasan, termasuk Arab Saudi, Kuwait, dan Mesir, juga mengutuk serangan Iran tersebut.

Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah melakukan serangan "berat dan mendadak" terhadap pusat-pusat dukungan logistik dan platform pengisian bahan bakar yang digunakan oleh kapal induk AS di pelabuhan Duqm di provinsi al-Wusta, Oman. Selain itu, tentara Iran juga mengaku melancarkan gelombang serangan drone terhadap situs militer AS di Kuwait dan Bahrain, menurut IRIB.

Iran dilaporkan menggunakan drone peledak untuk menargetkan sistem pertahanan udara Patriot, depot amunisi, dan situs radar milik militer AS di Kuwait. Adapun gelombang serangan drone Iran lainnya menargetkan sistem komunikasi dan situs radar AS di Bahrain. Pihak militer Iran mengatakan serangan itu sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan berkelanjutan AS di wilayah selatan Iran.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga