KOMPAS.com - Ahli saraf sekaligus profesor di University of California, Los Angeles (UCLA), Alex Korb, membagikan sejumlah kebiasaan sederhana yang dinilai dapat membantu menjaga kemampuan berpikir. Hal ini termasuk fungsi kognitif yang berkaitan dengan IQ serta menjaga agar pikiran tetap tajam. Kebiasaan tersebut diketahui mampu mengurangi stres, menjaga kesehatan mental, mempertahankan fokus, motivasi, serta kesehatan otak dalam jangka panjang. Alex mengatakan otak sebenarnya tidak memerlukan rutinitas yang terlalu ketat untuk bekerja secara optimal.
Mengapa Kebiasaan Sederhana Efektif?
Menurut Alex Korb, otak manusia dirancang untuk merespons pola yang konsisten namun tidak rumit. Rutinitas yang terlalu ketat justru dapat meningkatkan kadar kortisol, hormon stres, yang dalam jangka panjang merusak sel-sel otak. Sebaliknya, kebiasaan sederhana seperti tidur cukup, olahraga ringan, atau meditasi singkat dapat mengaktifkan jalur saraf yang mendukung plastisitas otak. Plastisitas otak adalah kemampuan otak untuk beradaptasi dan membentuk koneksi baru, yang sangat penting untuk mempertahankan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.
Dampak pada Fungsi Kognitif dan IQ
Fungsi kognitif mencakup memori, perhatian, pemecahan masalah, dan kecepatan pemrosesan. Alex Korb menjelaskan bahwa kebiasaan sederhana tidak hanya menjaga fungsi-fungsi ini tetap tajam, tetapi juga dapat meningkatkan skor IQ dalam tes tertentu. Hal ini karena kebiasaan tersebut mengurangi beban mental dan memungkinkan otak untuk bekerja lebih efisien. Stres kronis diketahui menghambat kinerja korteks prefrontal, bagian otak yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan kontrol diri. Dengan mengurangi stres, kebiasaan sederhana membantu menjaga area otak ini tetap aktif.
Hubungan dengan Kesehatan Mental
Kesehatan mental erat kaitannya dengan fungsi kognitif. Alex Korb menekankan bahwa aktivitas seperti berjalan kaki di alam, mendengarkan musik, atau berbicara dengan teman dapat memicu pelepasan neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin. Zat kimia ini tidak hanya meningkatkan suasana hati, tetapi juga meningkatkan fokus dan motivasi. Dalam jangka panjang, kebiasaan sederhana ini melindungi otak dari penurunan kognitif yang terkait dengan depresi dan kecemasan.
Fokus dan Motivasi Sehari-hari
Banyak orang merasa sulit untuk mempertahankan fokus dalam pekerjaan atau belajar. Alex Korb menyarankan untuk memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil, yang merupakan salah satu kebiasaan sederhana yang diajarkannya. Pendekatan ini mengurangi tekanan di otak dan memungkinkan pencapaian bertahap yang meningkatkan motivasi. Dengan motivasi yang terjaga, individu lebih mungkin untuk terus mengadopsi kebiasaan positif lainnya, menciptakan siklus yang menguntungkan bagi kesehatan otak.
Penerapan dalam Gaya Hidup Modern
Di era digital yang serba cepat, otak sering kali dibombardir oleh informasi dan gangguan. Alex Korb merekomendasikan untuk menetapkan waktu bebas layar, seperti satu jam sebelum tidur, sebagai kebiasaan sederhana yang sangat efektif. Ini membantu otak untuk 'reboot' dan memproses informasi yang telah diterima sepanjang hari. Kebiasaan lain termasuk latihan pernapasan dalam, yang dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan aliran oksigen ke otak.
Kesimpulan
Alex Korb dari UCLA mengingatkan bahwa merawat otak tidak memerlukan perubahan drastis. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar pada kemampuan berpikir, IQ, dan kesehatan mental. Dengan mengurangi stres dan meningkatkan fokus, siapa pun dapat menjaga pikiran tetap tajam sepanjang hidup. Meskipun artikel ini tidak mencantumkan daftar spesifik kebiasaan yang dimaksud, prinsip dasarnya adalah memilih kegiatan yang menenangkan dan tidak membebani otak secara berlebihan.



