KOMPAS.com – Platform streaming musik asal Prancis, Deezer, mengungkapkan bahwa hampir setengah dari lagu baru yang diunggah ke layanannya saat ini merupakan hasil kecerdasan buatan (AI). Dalam laporan terbarunya, Deezer menyebut sekitar 75.000 lagu berbasis AI diunggah setiap hari—setara dengan 44 persen dari total konten baru di platform tersebut. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan sebelumnya, yang tercatat 28 persen pada September lalu dan hanya 10 persen pada awal tahun.
Dominasi Produksi, Minim Konsumsi
Meskipun jumlahnya melonjak tajam, musik berbasis AI ternyata belum banyak diminati pengguna. Deezer mencatat bahwa lagu-lagu AI hanya menyumbang sekitar 1 hingga 3 persen dari total waktu dengar di platform mereka. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun produksi lagu AI meningkat drastis, konsumsinya masih sangat rendah. Fenomena ini menarik perhatian industri musik global, di mana AI mulai memainkan peran besar dalam penciptaan konten, namun belum mampu menarik minat pendengar secara signifikan.
Deezer juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan lagu AI ini didorong oleh kemudahan akses alat pembuatan musik berbasis AI yang tersedia secara luas. Banyak kreator konten menggunakan AI untuk menghasilkan lagu dalam jumlah besar dengan cepat, yang kemudian diunggah ke platform streaming. Namun, rendahnya angka konsumsi menunjukkan bahwa kualitas dan orisinalitas masih menjadi faktor utama yang dicari pendengar.
Dengan tren ini, Deezer dan platform lainnya mungkin perlu mengembangkan strategi untuk menyaring konten AI agar tidak membanjiri katalog musik dan tetap memberikan pengalaman mendengarkan yang berkualitas bagi pengguna.



