Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati setiap 1 Mei memiliki sejarah panjang perjuangan kaum pekerja di seluruh dunia. Di Indonesia, peringatan Hari Buruh bahkan sudah dilakukan sejak awal masa kemerdekaan.
Peringatan Pertama di Indonesia
Momen pertama peringatan Hari Buruh di Indonesia berlangsung pada 1 Mei 1946, sekitar sembilan bulan setelah Proklamasi 17 Agustus 1945. Saat itu, Indonesia masih dalam masa pemerintahan Kabinet Sjahrir II. Peringatan ini menjadi simbol awal perjuangan buruh di tanah air.
Makna May Day bagi Buruh
Hingga kini, May Day tidak hanya diperingati sebagai hari libur, tetapi juga sebagai simbol perjuangan buruh dalam menuntut hak-hak dasar mereka. Setiap tahun, para pekerja di Indonesia dan seluruh dunia memanfaatkan momen ini untuk menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan kesejahteraan.
Perjuangan buruh tidaklah mudah. Sejak awal kemerdekaan, berbagai tuntutan seperti upah layak, jam kerja yang manusiawi, dan jaminan sosial terus digaungkan. Peringatan Hari Buruh menjadi momentum penting untuk mengingat kembali perjuangan panjang tersebut.
Di era modern, peringatan May Day di Indonesia sering diisi dengan aksi demonstrasi, diskusi, dan kegiatan sosial. Pemerintah pun menjadikan 1 Mei sebagai hari libur nasional untuk menghormati jasa para pekerja. Meski demikian, esensi perjuangan tetap sama: memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh buruh Indonesia.



