Akun WhatsApp Tiba-Tiba Diblokir? Ini Kata Pakar Keamanan Siber
Akun WhatsApp Tiba-Tiba Diblokir? Ini Kata Pakar

Lini masa media sosial belakangan ini diramaikan oleh keluhan warganet yang mengaku akun WhatsApp mereka tiba-tiba dibatasi, keluar (logout) sendiri, bahkan diblokir dengan alasan melanggar ketentuan layanan. Kondisi tersebut memicu kepanikan, mengingat WhatsApp kini telah menjadi sarana komunikasi utama untuk berbagai aktivitas, mulai dari urusan pribadi, pekerjaan, pendidikan, hingga transaksi bisnis.

Pemicu Akun WhatsApp Tiba-Tiba Kendala

Menanggapi fenomena tersebut, pakar keamanan siber sekaligus Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber (CISSReC), Pratama Persadha mengatakan bahwa pada prinsipnya akun WhatsApp tidak akan keluar sendiri tanpa adanya suatu pemicu. Menurutnya, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan akun WhatsApp mengalami pembatasan atau pemblokiran.

“Pertama, kemungkinan adanya aktivitas mencurigakan dari akun tersebut, seperti mengirim pesan massal secara berlebihan atau menggunakan aplikasi pihak ketiga yang tidak resmi,” ujar Pratama dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Rabu (12/6/2024).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kedua, pelanggaran terhadap ketentuan layanan WhatsApp, misalnya menyebarkan spam, konten ilegal, atau melakukan penipuan. Ketiga, adanya laporan dari pengguna lain yang menyebabkan akun ditinjau secara otomatis oleh sistem.

Proses Peninjauan dan Pemulihan Akun

Sebagian pengguna mengaku telah mengajukan peninjauan (review) melalui fitur yang disediakan WhatsApp. Namun, meski akun sempat dipulihkan, tidak lama kemudian akun kembali diblokir dengan peringatan yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa mungkin ada pelanggaran berulang yang belum diperbaiki atau sistem mendeteksi masih ada aktivitas mencurigakan.

Pratama menyarankan agar pengguna memeriksa riwayat aktivitas akun dan memastikan tidak ada perangkat atau aplikasi tidak dikenal yang terhubung. “Jika akun sudah dipulihkan namun kembali diblokir, sebaiknya hubungi langsung dukungan resmi WhatsApp dan jangan hanya mengandalkan fitur otomatis,” tambahnya.

Dampak dan Upaya Pencegahan

Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran luas, terutama bagi mereka yang menggantungkan komunikasi harian pada WhatsApp. Data dari We Are Social 2024 mencatat bahwa pengguna WhatsApp di Indonesia mencapai 92% dari total pengguna internet, menjadikannya platform pesan instan paling populer. Dengan jumlah pengguna yang sangat besar, gangguan seperti ini dapat mengganggu produktivitas dan kepercayaan publik.

Untuk mencegah hal serupa, pengguna disarankan untuk tidak menggunakan aplikasi WhatsApp versi modifikasi, menghindari mengirim pesan massal dalam jumlah besar dalam waktu singkat, serta selalu memperbarui aplikasi ke versi resmi terbaru. Selain itu, aktifkan verifikasi dua langkah untuk menambah lapisan keamanan akun.

“Kami mengimbau pengguna untuk selalu waspada dan tidak mudah panik. Ikuti prosedur resmi dari WhatsApp dan jangan memberikan informasi pribadi kepada pihak yang mengaku dari WhatsApp,” tutup Pratama.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga