DPR Minta Kematian Sutrimo Diusut Tuntas: Kondisi Mirip Keracunan
DPR Minta Kematian Sutrimo Diusut Tuntas

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta kepolisian mengusut secara tuntas dan transparan kematian pria bernama Sutrimo yang ditemukan di area Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pekan lalu. Dalam keterangannya, Rabu (29/7), Habiburokhman menegaskan pentingnya penyelidikan ilmiah untuk mengungkap penyebab kematian yang menimbulkan tanda-tanda keracunan.

Desakan Transparansi dari Komisi III

"Kami minta agar kasus ini diusut secara transparan dan profesional hingga tuntas," kata Habiburokhman saat dihubungi. Ia menyoroti foto kondisi Sutrimo yang mulut dan hidungnya berbusa, yang menurutnya mirip dengan korban keracunan. "Situasi saat ini kita di tengah arus keterbukaan informasi. Kalau ada yang ditutupi akan memperburuk citra pemerintah," ujarnya.

Desakan serupa disampaikan anggota Fraksi PKB Hasbiallah Ilyas. Ia menyebut pengusutan tuntas untuk mencegah spekulasi berkembang di masyarakat. "Saya mendukung penuh langkah Polda Metro Jaya untuk bergerak cepat mengusut tuntas kematian Sutrimo secara profesional, transparan, dan akuntabel," kata Hasbiallah melalui keterangan tertulis, Selasa (28/7). Menurut dia, kondisi jenazah yang mengeluarkan busa dari mulut dan hidung memerlukan pembuktian ilmiah. "Melihat kondisi jenazah yang mengeluarkan busa dari mulut dan hidung, secara kasatmata terdapat indikasi yang perlu didalami, termasuk kemungkinan dugaan keracunan," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Langkah Penyelidikan dan Imbauan

Anggota Komisi III dari Fraksi Gerindra, Bimantoro Wiyono, mengingatkan Polda Metro Jaya bahwa penanganan lambat justru menimbulkan spekulasi publik. "Jika memang tidak ada unsur pidana, umumkan secara terbuka berdasarkan bukti ilmiah. Namun, jika ada indikasi tindak pidana, seret pelakunya ke proses hukum tanpa kompromi," katanya.

Sementara itu, anggota Fraksi NasDem Rudianto Lallo berpendapat kasus Sutrimo masih menyisakan banyak pertanyaan. Ia mengingatkan semua pihak menghormati proses penyelidikan yang berlangsung. "Kalau memang ada unsur pidana, tentu harus diproses sesuai hukum. Sebaliknya, apabila hasil penyelidikan menunjukkan tidak ada tindak pidana, itu juga harus dijelaskan secara terbuka kepada publik," ujarnya.

Kronologi Kematian Sutrimo

Sutrimo meninggal dunia pada Kamis (23/7). Ia ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, "Pihak rumah sakit menerangkan bahwa Sutrimo tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia," dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7).

Budi menambahkan, penyidik tengah mengumpulkan bahan keterangan serta melakukan klarifikasi terhadap pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut. "Rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya almarhum, serta informasi lain yang berkaitan juga sedang didalami," tuturnya.

Latar Belakang Korban

Korban disebut-sebut merupakan kepala rumah tangga (Karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah. CNNIndonesia.com telah menghubungi Febri Diansyah selaku kuasa hukum Febrie Adriansyah untuk konfirmasi, namun belum mendapat respons. Sementara itu, Budi mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan terkait identitas korban.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga