QRIS Belum Tersedia di SPBU Pertamina, Warganet Keluhkan
QRIS Belum Tersedia di SPBU Pertamina

Keluhan Warganet soal QRIS di SPBU Pertamina

Lini masa media sosial diramaikan dengan keluhan warganet yang menyebut pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) belum tersedia di sejumlah SPBU Pertamina. Padahal, sistem pembayaran tersebut kini sudah dapat digunakan di sejumlah negara, termasuk Malaysia, Thailand, Jepang, China, dan Korea Selatan.

Salah satu keluhan disampaikan akun X @ceri******* melalui unggahannya pada 14 Juli 2026. "QRIS udah sampe ke China, Thailand bahkan Jepang tapi gak nyampe di SPBU Indo," tulisnya. Unggahan ini pun menuai beragam komentar dari warganet lainnya yang juga merasakan hal serupa.

QRIS Sudah Mendunia, tapi Tidak di SPBU

QRIS merupakan standar kode QR pembayaran nasional yang diluncurkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Sistem ini memungkinkan pembayaran non-tunai melalui satu kode QR yang dapat digunakan di berbagai merchant. Namun, keluhan warganet menunjukkan bahwa adopsi QRIS di SPBU Pertamina masih belum merata.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Beberapa warganet melaporkan bahwa mereka masih harus menggunakan uang tunai atau kartu debit/kredit saat bertransaksi di SPBU. Hal ini dianggap kurang praktis, terutama bagi mereka yang terbiasa dengan pembayaran digital. Sementara itu, di negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand, pembayaran QR sudah menjadi hal yang umum di berbagai tempat, termasuk pom bensin.

Respons Pertamina dan Harapan ke Depan

Hingga berita ini diturunkan, Pertamina belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan tersebut. Namun, diharapkan ke depannya SPBU Pertamina segera mengadopsi QRIS agar memudahkan konsumen. Dengan semakin populernya pembayaran digital, integrasi QRIS di seluruh SPBU menjadi langkah penting untuk mendukung Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) yang dicanangkan pemerintah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga