Partai Kecoak Ancam Terus Demo hingga Menteri Pendidikan India Mundur
Partai Kecoak Ancam Demo Terus hingga Menteri Pendidikan Mundur

Partai Kecoak Kembali Turun ke Jalan

Gerakan Partai Kecoak di India, yang dikenal sebagai Cockroach Janta Party (CJP), menegaskan akan melanjutkan aksi unjuk rasa hingga Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan mengundurkan diri. Pernyataan ini dikeluarkan pada Selasa (21/7/2026), sehari setelah bentrokan sengit antara demonstran dan polisi di New Delhi yang mengakibatkan sedikitnya 178 orang terluka.

Ribuan demonstran telah berkumpul di pusat ibu kota India pada Senin (20/7) untuk menuntut pengunduran diri Pradhan dan reformasi sistem ujian nasional. Aksi ini merupakan puncak dari gerakan online CJP yang telah meraih jutaan pengikut di media sosial sejak diluncurkan pada Mei lalu. Gerakan ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi Perdana Menteri Narendra Modi yang berhaluan nasionalis Hindu, sejak ia memenangkan masa jabatan ketiganya pada tahun 2024.

Bentrokan dan Korban Luka

Pada Senin (20/7), polisi menembakkan gas air mata dan menggunakan tongkat untuk memaksa mundur demonstran yang bergerak menuju gedung parlemen India. Aksi ini merupakan salah satu unjuk rasa jalanan terbesar di New Delhi dalam lima tahun terakhir. Menurut Kepolisian New Delhi, sedikitnya 178 orang terluka dalam bentrokan, termasuk 118 personel kepolisian dan sejumlah perwira senior.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Kami tidak akan berhenti. Pradhan harus dicopot," tegas perwakilan CJP, Ashutosh Ranka, dalam pernyataan via media sosial seperti dilansir AFP, Selasa (21/7/2026). Ratusan demonstran masih berkemah di lokasi unjuk rasa di area Jantar Mantar pada hari Selasa, dengan banyak di antara mereka menyerukan perubahan lebih luas dalam sistem pendidikan India.

Skandal Ujian Picu Kemarahan Publik

Unjuk rasa ini dipicu oleh serangkaian skandal ujian yang mengguncang kepercayaan publik. Sekitar 2,2 juta calon mahasiswa kedokteran mengikuti ujian ulang di bawah pengamanan ketat bulan lalu, setelah ujian sebelumnya dibatalkan akibat kebocoran soal. Selain itu, skandal lain terkait sistem penilaian ujian online yang diikuti oleh hampir dua juta siswa sekolah menengah atas juga memicu kemarahan.

Meskipun pertumbuhan ekonomi India pesat, jutaan orang di negara dengan populasi terbesar di dunia tersebut masih kesulitan mendapatkan pekerjaan stabil dan bergaji layak. Ketidakpuasan ini menjadi latar belakang meluasnya dukungan terhadap gerakan CJP, yang awalnya hanya berupa satire di media sosial.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga