Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memfasilitasi pertemuan antara pengacara Hotman Paris Hutapea dan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Akhmad Munir pada Selasa (28/7/2026). Pertemuan ini bertujuan menyelesaikan polemik antara Hotman Paris dan PWI terkait dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan. Dalam unggahan di akun Instagram resminya, @sufmi_dasco, Dasco memperlihatkan foto keduanya berjabat tangan dengan keterangan, "Persatuan Indonesia."
Hotman Paris Minta Maaf, PWI Menerima
Ketua Umum PWI Akhmad Munir mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut berlangsung pada hari yang sama dan dimediasi oleh Dasco. "Pak Dasco memediasi terkait masalah PWI dengan Bang Hotman. Bang Hotman meminta maaf dengan wartawan seluruh Indonesia dan PWI. Demi persatuan, permintaan maaf kami terima, saling memaafkan," kata Munir saat dihubungi. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan mencabut laporan PWI di polisi terhadap Hotman. "Pertimbangan demi persatuan Indonesia. Ya nanti kita cabut laporannya," jelas Munir.
Sikap Awal PWI: Proses Hukum Tetap Jalan
Sebelum mediasi, PWI melalui Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum PWI Pusat, Anrico Pasaribu, menyatakan bahwa permintaan maaf Hotman tidak menghentikan proses hukum. Ini terjadi pada 22 Juli 2026 saat PWI menyerahkan bukti ke Polda Metro Jaya. "Permintaan maaf kami hargai dan kami terima. Tapi proses hukum tetap berjalan. Itu hak hukum kami dan biarkan prosesnya berjalan," ujar Anrico saat ditemui. Ia menegaskan bahwa PWI tidak bertujuan mengkriminalisasi siapa pun, melainkan ingin menguji dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan sesuai mekanisme hukum.
Dasar Hukum: UU Pers No. 40 Tahun 1999
Anrico menjelaskan bahwa langkah hukum PWI didasarkan pada tanggung jawab organisasi untuk menjaga martabat dan perlindungan profesi wartawan sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. "Ini bukan konflik pribadi, tetapi tanggung jawab organisasi agar profesi wartawan dihargai dan mendapat perlindungan," katanya. PWI telah menyerahkan bukti berupa rekaman video, transkrip percakapan, dan tautan konten Hotman kepada penyidik. Namun, setelah mediasi dengan Dasco, PWI memutuskan untuk mencabut laporan demi persatuan.
Dampak Mediasi: Persatuan di Atas Segalanya
Mediasi yang difasilitasi oleh Sufmi Dasco Ahmad berhasil meredakan ketegangan antara Hotman Paris dan PWI. Keputusan PWI untuk menerima permintaan maaf dan mencabut laporan polisis menunjukkan prioritas pada persatuan Indonesia, seperti yang ditegaskan oleh Akhmad Munir. Langkah ini mengakhiri polemik yang sempat memanas, di mana Hotman sebelumnya dihadapkan pada laporan dugaan penghinaan wartawan. Dengan pencabutan laporan, kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan dan kembali menjaga hubungan yang harmonis.
Pertemuan yang diinisiasi oleh Dasco ini mencerminkan pendekatan musyawarah dalam menyelesaikan konflik, sekaligus menunjukkan peran tokoh nasional dalam menjembatani perbedaan demi kepentingan bersama.



