Kisah Aji Bayu, Anak Buruh Bangunan Raih Kartika Astha Brata di IPDN
Anak Buruh Bangunan Raih Penghargaan Kartika Astha Brata

Presiden Prabowo Subianto melantik 1.203 lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7). Di antara mereka, Aji Bayu Ramadhan menonjol sebagai lulusan terbaik dan penerima Penghargaan Kartika Astha Brata. Prestasi ini menjadi puncak perjuangan anak buruh bangunan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita.

Perjalanan dari Daerah 3T ke Puncak Prestasi

Aji Bayu Ramadhan lahir di Kecamatan Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan yang sering berpindah proyek, bahkan saat sulit mendapatkan pekerjaan konstruksi, sang ayah beralih profesi menjadi pemungut rongsokan dan perajin. Ibunya berperan sebagai ibu rumah tangga yang terus mendampingi dan menanamkan semangat kepada anak-anaknya.

"Di mana pun ada kesempatan, di situ ayah saya selalu berusaha untuk memaksimalkan kesempatan itu," ujar Aji. Ia mengaku bahwa perjalanan menuju IPDN tidaklah mudah, terutama karena berasal dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) dengan akses informasi yang terbatas. Namun, tekadnya untuk mencari informasi secara mandiri melalui kanal resmi daring menjadi kunci keberhasilannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dukungan Keluarga dan Akses Informasi

Aji menyadari bahwa kesempatan masuk IPDN terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan. Ia menjadi saksi bahwa seluruh tahapan seleksi berlangsung transparan dan dapat dipantau masyarakat. "Saya adalah saksi, melihat segala macam proses seleksi dilaksanakan dengan betul-betul website online dan tidak bisa diintervensi oleh siapa pun," katanya. Dukungan orang tua juga sangat berarti: dari kampung halaman, ia harus menempuh perjalanan sekitar tiga jam menuju Kota Kupang untuk mengikuti seleksi. Orang tuanya berupaya memenuhi kebutuhan persiapan, mulai dari makanan sehat hingga mendampingi setiap tes.

Pendidikan Gratis di IPDN

Setelah lolos menjadi praja IPDN, Aji menikmati pendidikan gratis selama empat tahun. "Tentu saja Alhamdulillahnya kami di-provide dengan gratis di sini. Saya pikir semua hal dari pakaian, sepatu, seragam, makanan, listrik, air semuanya yang menjadi foundasi kehidupan itu sudah di-provide secara maksimal oleh kampus. Jadi, kami di sini hanya sekadar datang dan fokus belajar," tuturnya. Sistem pendidikan yang setara membuat seluruh praja, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi.

Pelantikan Bersama Presiden Prabowo

Momen pelantikan pada 29 Juli 2026 menjadi peristiwa yang tak terlupakan. Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Aji bersama 1.203 lulusan lainnya resmi dilantik sebagai Pamong Praja Muda. "Sangat berterima kasih atas semua hal yang terjadi oleh Presiden kami. Karena ini adalah pertama kali Presiden Prabowo datang ke IPDN Jatinangor," ungkap penerima Penghargaan Kartika Astha Brata tersebut.

Pengabdian untuk Bangsa

Bagi Aji, pelantikan bukanlah akhir, melainkan awal dari pengabdian. Dari keluarga sederhana di NTT, ia membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan bekal pendidikan yang diberikan negara dan nilai-nilai pengabdian yang ditanamkan selama di IPDN, Aji kini menatap masa depan dengan satu tekad: mengabdikan diri bagi masyarakat dan Indonesia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga