Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan rapat di Ruang Situasi, Gedung Putih untuk membahas rencana serangan militer besar-besaran terhadap Iran, yang akan lebih luas daripada operasi saat ini di sekitar Selat Hormuz. Hal ini dilaporkan oleh media AS, Axios yang mengutip tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Rapat Fokus pada Target Strategis di Iran
Menurut laporan Axios, rapat pada hari Selasa (14/7) waktu setempat itu berfokus pada potensi serangan terhadap target-target strategis di dalam wilayah Iran. Hal ini dibahas seiring pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan untuk meningkatkan tekanan militer, guna memaksa Teheran membuka kembali Selat Hormuz, dan menerima tuntutan AS terkait program nuklirnya.
Dalam rapat itu, Trump didampingi oleh para anggota senior tim keamanan nasionalnya, termasuk Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine, Direktur CIA John Ratcliffe, dan utusan Gedung Putih Steve Witkoff.
Sumber: Pembicaraan Berpusat pada Serangan Besar-besaran
Sumber-sumber yang dikutip Axios mengatakan pembicaraan berpusat pada rencana serangan besar-besaran yang berpotensi menghancurkan target-target strategis di dalam wilayah Iran, selain operasi yang sedang berlangsung di sekitar selat tersebut. Ketika dimintai keterangan, Gedung Putih menolak untuk berkomentar kepada Axios.
Rapat pada hari Selasa (14/7) waktu setempat tersebut, terjadi ketika militer AS melakukan serangan untuk hari keempat berturut-turut di daerah sekitar Selat Hormuz dan di sepanjang pantai selatan Iran. Para pejabat AS mengatakan kepada Axios, bahwa serangan tersebut terutama menargetkan sistem pertahanan udara dan radar, posisi rudal anti-kapal, dan lokasi peluncuran drone, dengan tujuan untuk secara signifikan mengurangi kemampuan Iran untuk menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.
Iran Balas Serangan dan Blokade AS Mulai Berlaku
Sementara itu, Iran terus meluncurkan rudal dan drone ke arah pangkalan-pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, dan Bahrain. Blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran juga mulai berlaku pada Selasa (14/7) sore waktu setempat.



