Trump Klaim AS Diam-diam Bantu 100 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz
Trump Klaim AS Bantu 100 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa militer AS secara diam-diam telah membantu 100 juta barel minyak melewati Selat Hormuz, yang secara efektif diblokade oleh Iran akibat perang. Trump menyebut bahwa lebih dari 200 kapal komersial berhasil melewati jalur perairan strategis itu dengan aman.

Misi Rahasia AS

Dalam pernyataan melalui media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya pada Kamis (11/6/2026), Trump menyebutnya sebagai "misi rahasia" AS dalam mendukung kapal tanker dan kapal komersial untuk melintasi Selat Hormuz di tengah konflik. "Bulan lalu, saya memerintahkan militer AS yang hebat untuk melaksanakan misi rahasia untuk mendukung kapal tanker minyak dan kapal komersial lainnya melintasi Selat Hormuz," kata Trump dalam postingannya.

"Hari ini, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa upaya ini telah membuat lebih dari 100 JUTA barel minyak berhasil melewati Selat itu, dan masuk ke pasar terbuka," klaim Presiden AS tersebut. "Lebih dari 200 kapal komersial telah berhasil melewati Selat itu dengan selamat," sebutnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Latar Belakang Konflik

Iran sebagian besar menutup jalur perairan penting tersebut sebagai respons terhadap serangan skala besar AS dan Israel yang dimulai pada akhir Februari lalu. Pembukaan kembali Selat Hormuz telah menjadi salah satu tuntutan utama Trump untuk mencapai kesepakatan damai dengan Teheran. "Upaya yang sangat sukses ini terjadi karena AMERIKA SERIKAT MENGONTROL Selat Hormuz -- BUKAN Iran. Militer mereka telah dikalahkan, dan perekonomian mereka hancur. Ini sudah berakhir untuk Iran," tegas Trump dalam pernyataannya.

Bantahan Iran dan Klaim CENTCOM

Militer AS, dalam pernyataan melalui media sosial X, membantah klaim terbaru Iran yang menyebut Selat Hormuz ditutup sepenuhnya, menyusul gelombang serangan terbaru Washington terhadap Teheran. "KEBENARAN: Kapal-kapal komersial terus melintas masuk dan keluar Selat Hormuz malam ini," tegas Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, dalam pernyataannya.

Bantahan ini disampaikan setelah markas besar militer Iran, Khatam al-Anbiya, mengumumkan penutupan sepenuhnya Selat Hormuz untuk semua kapal, termasuk kapal tanker dan kapal komersial, dengan alasan yang disebut sebagai "ketidakamanan" di kawasan tersebut. Dikutip dari Anadolu Agency, Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa keputusan itu diambil menyusul apa yang disebut sebagai "agresi Amerika" yang berkelanjutan dan serangan terbaru AS di wilayah selatan Iran. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Khatam al-Anbiya memperingatkan bahwa "setiap pergerakan" melintasi Selat Hormuz akan menjadi target serangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga