Trump Kaji Serangan Besar-besaran ke Iran, Melebihi Epic Fury
Trump Kaji Serangan Besar-besaran ke Iran, Lebih Dahsyat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan sedang mengkaji untuk melancarkan serangan terbaru secara besar-besaran terhadap Iran. Skala operasi militer terbaru AS terhadap Iran ini disebut bisa melampaui serangan-serangan selama Operation Epic Fury yang dilancarkan awal tahun ini.

Trump Hampir Ambil Keputusan

Trump menyampaikan hal tersebut dalam wawancara terbaru dengan media AS Axios pada Kamis (23/7), seperti dilansir Middle East Monitor, Jumat (24/7/2026). Dalam wawancara tersebut, Trump mengatakan dirinya hampir mengambil keputusan terkait kemungkinan serangan besar-besaran AS tersebut. Namun, dia menegaskan bahwa belum ada keputusan final yang dibuat.

Dua pejabat AS yang tidak disebut namanya mengatakan secara terpisah kepada Axios bahwa sejauh ini belum ada perintah militer baru yang diberikan. "Saya sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran. Lebih besar dari sebelumnya. Saya hampir mengambil keputusan. Kami sudah siap sepenuhnya untuk itu," kata Trump dalam wawancara dengan Axios tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Israel Bisa Bergabung

Trump juga mengatakan bahwa Israel dapat bergabung dalam operasi terbaru AS itu "hampir seketika" jika diminta. Namun demikian, Trump menegaskan bahwa AS tidak memerlukan bantuan dari negara lainnya untuk melancarkan operasi militer terbaru terhadap Iran.

Menurut laporan Axios, Trump kembali mengklaim bahwa para pejabat Iran ingin bernegosiasi, tetapi belum menyetujui proposal terbaru yang diajukan melalui upaya mediasi. "Mereka belum merasakan cukup banyak penderitaan," ucap Trump merujuk pada Iran.

Iran Tidak Kooperatif

Mengutip dua sumber regional yang mengetahui upaya mediasi yang berlangsung, Axios melaporkan bahwa pimpinan Iran belum menerima proposal terbaru itu. "Kami sedang berupaya, tetapi pihak Iran tidak kooperatif," kata salah satu sumber yang dikutip Axios.

Trump, dalam unggahan via media sosial Truth Social, memperingatkan bahwa AS akan meminta pertanggungjawaban Iran atas serangan-serangan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah. Peringatan ini setelah Houthi, yang didukung Teheran, menyerang dua kapal tanker Arab Saudi di perairan strategis tersebut. "Hukuman militer berat akan dijatuhkan kepada Iran dan, tentu saja, kelompok Houthi itu sendiri," tegasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga