Serangan Israel di Lebanon Lukai 3 Pasukan Perdamaian TNI, Satu Gugur
Serangan Israel Lukai 3 Pasukan Perdamaian TNI, Satu Gugur

Serangan Israel di Lebanon Lukai 3 Pasukan Perdamaian TNI, Satu Gugur

Serangan artileri yang dilancarkan Israel di Lebanon Selatan telah mengakibatkan korban di kalangan pasukan perdamaian TNI yang tergabung dalam misi PBB. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang meningkat antara Israel dan kelompok Hizbullah di wilayah tersebut.

Korban dan Kronologi Insiden

Menurut keterangan resmi dari Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, serangan tersebut terjadi pada hari Minggu, 29 Maret 2026. Satu personel TNI dinyatakan gugur, satu lainnya mengalami luka berat, dan dua personel lagi menderita luka ringan. Semua korban telah mendapatkan penanganan medis segera setelah insiden.

Rico menjelaskan bahwa serangan ini menyasar lokasi kontingen Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan. "Perlu disampaikan bahwa insiden terjadi di tengah saling serang artileri, dan proses klarifikasi masih dilakukan oleh UNIFIL," ujarnya. Pihak Mabes TNI berjanji akan memberikan informasi lebih lengkap dan terbaru terkait perkembangan operasional selanjutnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Respons dan Kecaman dari Indonesia

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah menyampaikan belasungkawa terdalam atas gugurnya anggota TNI tersebut. Indonesia mengutuk keras insiden ini dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan untuk mengungkap fakta di balik serangan tersebut.

Dalam pernyataannya di akun X @Kemlu_RI, Kemlu menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan Israel di Lebanon selatan. "Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memajukan perdamaian," tegas pernyataan tersebut.

Latar Belakang Konflik

Insiden ini terjadi dalam konteks eskalasi konflik yang semakin meningkat antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Konflik ini telah memicu ketegangan di kawasan, dengan serangan artileri yang sering terjadi di sepanjang perbatasan. Pasukan perdamaian PBB, termasuk kontingen TNI dalam UNIFIL, bertugas untuk memantau dan menjaga stabilitas di wilayah tersebut, namun kini menjadi korban dalam pertikaian ini.

UNIFIL, atau United Nations Interim Force in Lebanon, adalah misi perdamaian PBB yang telah beroperasi sejak 1978 untuk membantu menjaga perdamaian di Lebanon. Kontribusi TNI dalam misi ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk mendukung perdamaian global, meskipun kali ini diwarnai tragedi yang memilukan.

Dengan insiden ini, Indonesia kembali menegaskan pentingnya resolusi damai melalui jalur diplomatik untuk mencegah korban lebih lanjut dan memulihkan stabilitas di Lebanon. Pemerintah berharap agar penyelidikan oleh UNIFIL dapat segera memberikan kejelasan dan memastikan keadilan bagi korban.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga