Pusat Komando Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim telah mencapai tujuan dalam operasi militer melawan Iran. Militer AS menyatakan bahwa sebagian besar kemampuan militer Iran telah dihancurkan, termasuk kemampuan manufaktur militer dan peluncuran rudal serta drone.
Pernyataan CENTCOM
Juru bicara CENTCOM, Kapten Tim Hawkins, dalam wawancara eksklusif dengan Al Arabiya pada Senin (18/5/2026), menegaskan bahwa operasi militer AS terhadap Iran sangat efektif. Ia mengklaim bahwa kemampuan Iran untuk meluncurkan rudal dan drone telah menurun tajam, dan Iran tidak lagi menjadi ancaman seperti dulu.
Hawkins juga menuduh Teheran melancarkan serangan terhadap warga sipil dan meluncurkan rudal dari area padat penduduk di dalam wilayah Iran.
Blokade Selat Hormuz
Dalam wawancara tersebut, Hawkins menyatakan bahwa AS memberlakukan blokade terhadap Iran karena Teheran memanfaatkan Selat Hormuz sebagai senjata untuk mengancam kebebasan navigasi. Sejak blokade dimulai pada 13 April lalu, pasukan AS telah mengalihkan jalur lebih dari 80 kapal.
Hawkins menekankan bahwa Washington memantau dengan cermat segala sesuatu yang masuk atau keluar dari Iran. Pasukan AS siap untuk rencana darurat apa pun yang mungkin diperlukan di kawasan tersebut, menandakan kesiapan militer yang berkelanjutan di tengah meningkatnya ketegangan di Teluk.
Kerja Sama dengan Sekutu
Pasukan militer AS telah bekerja sama dengan sekutu-sekutunya untuk mendukung sistem pertahanan udara di kawasan tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi ancaman dari Iran.
Pernyataan CENTCOM ini disampaikan saat Selat Hormuz menjadi saksi peningkatan ketegangan yang berdampak pada lalu lintas pelayaran dan pasar energi global. Selat Hormuz merupakan salah satu titik rawan maritim terpenting di dunia, dengan seperlima ekspor minyak global melewatinya.
Ancaman dan serangan baru-baru ini telah mendorong beberapa perusahaan pelayaran dan energi untuk meninjau kembali rute maritim mereka.



