Serangan AS ke Iran: 2 Jam, Puluhan Target, Yordania Tembak 5 Rudal
Serangan AS ke Iran 2 Jam, Puluhan Target, Yordania Tembak Rudal

Militer Amerika Serikat menyelesaikan gelombang serangan terbaru terhadap Iran pada Kamis (30/7) yang berlangsung selama dua jam dan menghantam puluhan target di Iran. Washington menyebut serangan itu sebagai "respons yang kuat" terhadap rudal-rudal Iran yang diluncurkan ke arah pasukan AS di Timur Tengah sehari sebelumnya. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan menargetkan pusat komando militer, fasilitas rudal dan drone, serta situs pengawasan dan pertahanan pantai milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Serangan itu menewaskan tiga orang sekeluarga, termasuk seorang anak berusia dua tahun, di pulau Qeshm, Iran, lapor kantor berita Fars.

Iran Kutuk Serangan Gabungan AS-Arab Saudi ke Irak

Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk keras serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Arab Saudi di Irak. Teheran menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Baghdad dan upaya sengaja oleh Washington dan Israel untuk memperluas perang regional. "Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengutuk keras serangan agresif Amerika Serikat dan Arab Saudi di beberapa wilayah di Irak," demikian pernyataan kementerian pada Rabu (29/7) waktu setempat, seperti dilansir Press TV.

Trump dan Netanyahu Bahas Semua Opsi Iran

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan pertemuan di Gedung Putih. Keduanya membahas semua kemungkinan cara untuk mengendalikan program nuklir Iran, termasuk diplomasi, tekanan ekonomi, dan kekuatan militer. Dalam pertemuan itu, Netanyahu tidak mengatakan kepada Trump bahwa Israel lebih memilih serangan lebih lanjut terhadap Iran, ungkap seorang pejabat senior Israel dalam briefing kepada wartawan. "Pada akhirnya, itu adalah keputusannya," kata pejabat itu merujuk pada Trump, seperti dilansir Reuters.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Yordania Tembak Jatuh Lima Rudal Iran

Pertahanan udara Yordania menembak jatuh lima rudal yang diluncurkan dari Iran pada Kamis (30/7) pagi waktu setempat, beberapa jam setelah AS mengumumkan selesainya serangan. Tidak ada korban jiwa dari pencegatan rudal itu, kata juru bicara angkatan bersenjata Yordania, seperti dikutip oleh Petra dan dilansir Al Arabiya. Sebelumnya, CENTCOM dalam unggahan media sosial mengatakan bahwa selama lebih dari dua jam AS menyerang puluhan target milik IRGC.

Menlu Selandia Baru Ribut dengan Dubes China

Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, menuai kemarahan Duta Besar China untuk Selandia Baru setelah ia mengatakan kepada seorang anggota parlemen keturunan China untuk "kembali ke negara Anda sendiri". Insiden itu terjadi saat debat tentang respons pemerintah terhadap pandemi COVID-19 pada Rabu (29/7). Peters ditanya oleh anggota Partai Hijau kelahiran China, Lawrence Xu-Nan, "Apakah Anda sudah divaksinasi?" Peters kesal dan mengatakan bahwa Xu-Nan, yang lahir di Tianjin tetapi dibesarkan di Auckland, "baru datang ke sini lima menit yang lalu."

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga