Rudal Iran Capai angkauan 4.000 Kilometer, Ancaman Serius bagi Eropa
Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran dilaporkan untuk pertama kalinya meluncurkan rudal balistik canggih Sejjil dalam serangan terhadap Israel. Pangkalan militer gabungan Inggris-Amerika Serikat di Diego Garcia, Samudra Hindia, menjadi target utama serangan rudal balistik Iran ini. Meskipun rudal tersebut disebut gagal mencapai target, kemampuan jangkauannya yang mencapai 4.000 kilometer menimbulkan kekhawatiran besar, karena dapat menjangkau ibu kota Eropa seperti Paris dan Berlin.
Serangan Gagal ke Diego Garcia dan Izin Penggunaan Pangkalan
Dilansir dari AFP, Diego Garcia yang berjarak sekitar 2.500 mil atau 4.000 kilometer dari wilayah Iran, adalah salah satu dari dua pangkalan yang diizinkan Inggris untuk digunakan AS dalam operasi pertahanan melawan Iran. Pada Jumat (20/3/2026), pemerintah Inggris mengumumkan akan mengizinkan Washington menggunakan pangkalan di Diego Garcia dan Fairford di barat daya Inggris untuk menargetkan situs rudal Iran yang digunakan dalam serangan di Selat Hormuz.
Sumber resmi Inggris mengkonfirmasi bahwa penargetan Diego Garcia yang gagal oleh Iran terjadi sebelum pengumuman tersebut, meskipun detail tambahan tentang serangan tidak diungkapkan. Kepala Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menyatakan dalam pidato televisi bahwa Iran meluncurkan rudal balistik antarbenua dua tahap dengan jangkauan 4.000 kilometer menuju target Amerika di Pulau Diego Garcia. Zamir menekankan bahwa rudal-rudal ini tidak dimaksudkan untuk menyerang Israel, tetapi jangkauannya mencakup ibu kota Eropa, membuat Berlin, Paris, dan Roma berada dalam ancaman langsung.
Laporan Media dan Respons Pertahanan
Wall Street Journal pertama kali melaporkan pada Jumat (20/3), mengutip pejabat AS, bahwa Iran meluncurkan dua rudal balistik ke pangkalan tersebut. Meskipun keduanya tidak mengenai target, peluncuran ini menunjukkan bahwa Teheran memiliki rudal dengan jangkauan lebih jauh dari perkiraan sebelumnya. Pentagon menolak berkomentar, sementara laporan menyebutkan satu rudal gagal dalam penerbangan dan yang lainnya menjadi sasaran pencegat dari kapal perang AS.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris pada Sabtu (21/3) menyatakan bahwa serangan sembrono Iran, yang mengamuk di seluruh wilayah dan menyandera Selat Hormuz, merupakan ancaman bagi kepentingan Inggris dan sekutunya. Pemerintah Inggris telah memberikan izin kepada AS untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris dalam operasi pertahanan tertentu dan terbatas sebagai respons.
Analisis Pakar dan Pesan Strategis
Namun, mantan komandan Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan pakar pertahanan Tom Sharpe mengatakan kepada AFP bahwa rudal jarak jauh mungkin bukan pengubah permainan dalam perang ini. Sharpe mencatat bahwa Iran selalu memiliki rudal dengan jangkauan seperti itu, meskipun tidak selalu diumumkan. Serangan ini menunjukkan kemampuan Iran untuk memindahkan peluncur bergerak tanpa terdeteksi dan menembak tanpa terkena serangan balasan.
Ali Vaez, direktur proyek Iran di Crisis Group, menjelaskan bahwa tergantung pada berat hulu ledak, Iran dapat meningkatkan jangkauan beberapa rudalnya. Ini bukan semata-mata tentang kegunaan di medan perang, melainkan pesan strategis untuk memberi sinyal kepada Amerika Serikat dan Israel bahwa salah memahami tekad dan kemampuan Iran dapat menjadi kesalahan yang mahal.
Latar Belakang Diplomatik dan Ketegangan Internasional
Pasukan Amerika telah menempatkan pesawat pembom dan peralatan lainnya di Diego Garcia, yang menjadi pusat operasi utama di Asia, termasuk dalam kampanye pemboman di Afghanistan dan Irak. Presiden AS Donald Trump mengkritik tanggapan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer terhadap perang melawan Iran, awalnya menolak keterlibatan sebelum mengizinkan penggunaan dua pangkalan secara terbatas.
Trump juga mengecam keputusan Inggris untuk mengembalikan Kepulauan Chagos kepada Mauritius, dengan Inggris mempertahankan sewa untuk pangkalan di Diego Garcia. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper memperingatkan bahwa penggunaan pangkalan Inggris oleh AS akan dianggap sebagai partisipasi dalam agresi. Sebagai balasan, Cooper memperingatkan Iran agar tidak menargetkan pangkalan, wilayah, atau kepentingan Inggris secara langsung.
Serangan rudal Iran ini menandai eskalasi baru dalam konflik Timur Tengah, dengan implikasi global yang signifikan bagi keamanan internasional dan hubungan diplomatik.



