Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel di Lebanon: 5 Fakta Menyayat Hati
Dunia perdamaian internasional berduka. Satu prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas sebagai Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) gugur dalam serangan yang dilakukan Israel. Insiden memilukan ini terjadi pada Minggu (29 Maret 2026) di markas UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, akibat eskalasi konflik antara militer Israel (IDF) dan kelompok Hizbullah.
Selain prajurit yang gugur, tiga anggota TNI lainnya juga mengalami luka-luka dalam serangan tersebut. Berikut adalah lima fakta lengkap yang mengungkap detail tragedi ini serta respons resmi dari pemerintah Indonesia.
1. Identitas Prajurit yang Gugur dari Yonif 113/Jaya Sakti
Prajurit yang gugur tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon, berasal dari Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (JS) Brigade Infanteri 25/Siwah, Kodam Iskandar Muda di Aceh. Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Narsullah, menjelaskan bahwa insiden ini menimpa prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL.
"Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut menimpa Prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL," kata Aulia pada Senin (30 Maret). Ia menambahkan bahwa TNI telah meningkatkan kewaspadaan sesuai SOP UNIFIL menyusul peningkatan eskalasi di Lebanon, sementara investigasi oleh UNIFIL masih berlangsung untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab.
2. Meninggalkan Istri dan Anak Berusia 2 Tahun
Praka Farizal Rhomadhon menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS. Prajurit yang berdedikasi ini meninggalkan seorang istri dan anak yang masih berusia 2 tahun. Jasadnya saat ini disemayamkan di East Sector Headquarters (HQ) UNIFIL, dengan proses administrasi pemulangan ke Indonesia sedang diselesaikan dengan bantuan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beirut.
Proses pemulangan jenazah ini menjadi perhatian khusus, mengingat situasi keamanan yang masih tegang di wilayah tersebut. TNI menyatakan komitmennya untuk terus memonitor perkembangan dan menyiapkan langkah-langkah kontingensi sesuai dinamika di daerah penugasan Lebanon.
3. Tiga Prajurit Lain Terluka: Satu Berat, Dua Ringan
Serangan tersebut juga mengakibatkan tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka. Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sementara Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan. Kedua prajurit dengan luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL.
Sementara itu, Praka Rico Pramudia yang kondisinya lebih kritis telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk penanganan medis lanjutan. TNI menegaskan bahwa mereka tetap berkomitmen melaksanakan tugas perdamaian dunia di bawah mandat PBB secara profesional, dengan mengutamakan keselamatan prajurit.
4. Indonesia Kutuk Keras dan Minta Investigasi Transparan
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan kecaman keras terhadap serangan Israel yang menewaskan prajurit TNI tersebut. Dalam pernyataan resmi melalui akun X @Kemlu_RI pada Senin (30 Maret), Indonesia menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan atas insiden ini.
"Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," tegas pernyataan Kemlu. Pemerintah RI juga menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya anggota TNI dalam UNIFIL dan menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan Israel di Lebanon selatan.
Indonesia mendesak semua pihak untuk menghormati kedaulatan Lebanon, menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke jalur dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
5. Menlu Sugiono Minta Semua Pihak Lakukan Deeskalasi
Menteri Luar Negeri Sugiono turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya Praka Farizal Rhomadhon. Dalam keterangan pers di Tokyo, Jepang, pada Senin (30 Maret), Sugiono mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan meminta semua pihak untuk segera melakukan deeskalasi.
"Kami mengecam keras insiden ini dan mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan dan kembali meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi dan juga kembali ke langkah-langkah ke meja-meja perundingan," ujar Sugiono.
Menlu Sugiono juga mengungkapkan bahwa KBRI Beirut telah ditugaskan untuk memonitor kondisi prajurit dan mengurus proses pemulasaraan jenazah Praka Farizal. Selain itu, perwakilan Indonesia di PBB New York akan bertemu dengan Under-Secretary-Generals UN yang menangani peacekeeping task force untuk membahas pemulangan jenazah. Sugiono juga meminta UNIFIL melakukan investigasi penuh untuk menemukan sumber insiden ini.
Tragedi ini mengingatkan kembali akan risiko tinggi yang dihadapi prajurit perdamaian Indonesia di zona konflik, sekaligus menegaskan pentingnya resolusi damai dalam konflik Timur Tengah yang telah berlarut-larut.



