Pencuri Ayam di Bali Serahkan Rp2,7 Juta untuk Uang Sekolah Anak Sebelum Tewas Dikeroyok
Pencuri Ayam di Bali Serahkan Rp2,7 Juta untuk Sekolah Anak

Buleleng – Seorang terduga pencuri ayam berinisial KD ditemukan tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali. Sebelum kejadian, KD sempat menyerahkan uang sebesar Rp2.713.000 kepada istrinya untuk biaya gedung sekolah anak mereka yang bersekolah di sebuah SMA swasta.

Kronologi Kejadian

KD dilaporkan tidak pulang ke rumahnya di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, selama tiga hari. Ia diduga tewas setelah kepergok mencuri ayam aduan di Desa Batunya. Sepupu KD, Made Partha, mengatakan bahwa ia menerima kabar dari perangkat desa tentang penemuan sesosok mayat di kawasan Baturiti.

Saat mendatangi lokasi, Partha mengaku belum mengetahui penyebab kematian sepupunya. Ia bahkan sempat menandatangani surat perdamaian di Polsek Baturiti karena mengira KD meninggal secara wajar. Namun, setelah melihat video yang beredar di media sosial dan kondisi jenazah, keluarga baru mengetahui bahwa KD diduga menjadi korban pengeroyokan massa.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Keseharian Korban

Made Partha menjelaskan bahwa KD sehari-hari bekerja serabutan untuk menghidupi istri dan dua anak perempuannya. Saat musim panen cengkih tiba, ia bekerja sebagai buruh petik cengkih. Di luar musim panen, ia mencari nafkah dengan menjadi buruh cangkul.

"Kalau musim cengkih dia buruh petik cengkih. Kalau tidak ada musim cengkih, dia buruh nyangkul," ujar Made Partha di rumah duka, Senin (27/7/2026).

Penyerahan Uang Sekolah

Menurut Partha, sebelum menghilang selama tiga hari, KD sempat menyerahkan uang Rp2.713.000 kepada istrinya untuk membayar uang gedung sekolah anaknya. Partha mengaku tidak mengetahui alasan KD nekat diduga mencuri ayam aduan di Desa Batunya. "Nah, itu saya kurang tahu (kenapa dia diduga mencuri ayam). Soalnya waktu uang Rp2.713.000 itu sudah ter-cover," katanya.

Dana tersebut rencananya digunakan untuk biaya gedung anak KD yang duduk di bangku SMA swasta. Keluarga masih belum bisa menerima kepergian KD secara tragis, apalagi setelah mengetahui bahwa ia sempat berusaha memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya.

Reaksi Keluarga

Setelah video pengeroyokan tersebar di media sosial, istri KD sangat terpukul. "Saya kira meninggal biasa. Setelah pulang baru lihat video di media sosial, saya kaget. Istri almarhum juga tidak terima setelah melihat kondisi jenazahnya," ungkap Partha.

Keluarga kini mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang menewaskan KD. Hingga berita ini diturunkan, Polsek Baturiti masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sebelumnya, anak terduga pencuri ayam tersebut juga mendapat donasi sebesar Rp190 juta dari masyarakat yang simpati.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga