Seorang oknum yang mengaku sebagai anggota Satpol PP Jakarta Utara (Jakut) bernama Givson Samosir diduga melakukan pungutan liar (pungli) di Rumah Belajar (Rumbel) Merah Putih di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Pelaku menggunakan nama samaran saat beraksi.
Kronologi Pungli di Rumah Belajar
Pengurus Rumbel Merah Putih, Puput Enjelia, menceritakan bahwa pelaku menggunakan nama samaran saat mencoba melakukan pungli. "Dia kan memakai nama samaran juga. Namanya Aceng apa Acong gitu. Nah, nama Bapak itu tuh temannya Satpol PP yang kemarin (melakukan penyelidikan) ke sini. Nah takutnya kan namanya gimana, jelek ya. Terus si Bapak Aceng-nya ini nelponlah, video call-an, 'Apakah benar ini orangnya yang Aceng?' gitu. Bukan, ternyata namanya siapa ya, Givson itu ternyata," kata Puput saat ditemui di lokasi rumah belajar, Minggu (12/7/2026).
Peristiwa terjadi pada Senin (6/7). Pelaku meminta 'uang bangunan' dan 'uang kopi' sebesar Rp300 ribu untuk lima orang. Puput akhirnya memberikan uang Rp150 ribu, yang merupakan pecahan Rp2 ribuan dari anak-anak. Namun, pelaku terus memaksa minta Rp300 ribu. "Jadinya uangnya itu Rp 2 ribuan, Rp 150 ribu itu. Dikasihlah 150, terus si Bapak itu nggak mau, mintanya Rp 300 (ribu). Terus kami adanya segitu Pak, dia kayak maksa gitu kan," katanya.
Pelaku Kabur Bawa Uang
Ketika ditanya asal satuan Satpol PP, pelaku tidak menjawab dan langsung pergi membawa uang Rp150 ribu. "Ditanyain, 'Bapak Satpol PP dari mana?' dia nggak mau ngaku, terus ditanya-tanya. Terus Bapak itu ngasih HP-nya ke saya dia langsung pergi. Iya (uangnya) diambil," kata Puput.
Satpol PP Jakarta Utara telah mendatangi rumbel untuk menyelidiki. Dari keterangan petugas, pelaku sudah beberapa kali melakukan pungli dan kini terancam dipecat. "Katanya juga emang banyak kasus sih Bapak itu. Katanya dalam proses pemecatan atau gimana," ujar Puput.
Sanksi Berat untuk Pelaku
Kasatpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengatakan pihaknya mengusut kasus tersebut. Pelaku terancam hukuman disiplin tingkat berat. "Pelaku pada hari Kamis, 9 Juli, sudah diperiksa oleh Satpol PP Provinsi DKI Jakarta atas dugaan pungli pengaduan warga dan atas pelanggaran disiplin pegawai yang diancam dengan penjatuhan hukuman disiplin tingkat berat," kata Satriadi dalam keterangannya, Minggu (12/7).
Satriadi menegaskan bahwa pelaku bukan anggota Satpol PP Jakut, melainkan staf Satpol PP Jakarta Timur. "Secara tegas kami menyampaikan bahwa pelaku pungli atas nama Givson Samosir merupakan Staf Operasional Tingkat Ahli Seksi PPNS dan Operasi Satuan Polisi Pamong Praja Kota Administrasi Jakarta Timur, bukan anggota Satpol PP Jakarta Utara," tegasnya.
Satpol PP DKI Jakarta menyesalkan aksi pungli tersebut. Masyarakat diminta segera menghubungi call center 112 jika menemukan oknum petugas Satpol PP yang melakukan pungli.



