Kebakaran melanda satu unit rumah, toko kelontong, dan warung nasi di kawasan permukiman padat Pulogadung, Jakarta Timur, pada Minggu dini hari (12/7/2026). Tiga orang dilaporkan tewas dan satu orang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Kronologi dan Dugaan Penyebab Kebakaran
Peristiwa kebakaran dilaporkan oleh warga sekitar pukul 03.00 WIB. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Kota Administrasi Jakarta Timur menyatakan bahwa api diduga kuat berasal dari korsleting stopkontak di salah satu rumah warga.
"Dugaan sementara api pertama kali muncul dari salah satu stopkontak, lalu dengan cepat menyebar ke bagian dalam rumah utama milik Bapak Samudi, sebelum akhirnya merembet ke bangunan warteg milik Bapak A dan toko kelontong di sisi kiri dan kanannya," tulis Sudin Gulkarmat dalam akun resminya.
Penanganan dan Dampak Kebakaran
Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. Unit awal tiba di lokasi pada pukul 03.04 WIB untuk melokalisasi perambatan api agar tidak meluas ke rumah warga lainnya. Sebanyak 14 unit armada pemadam kebakaran dan 60 personel diterjunkan ke lokasi.
Setelah berjuang memadamkan api, si jago merah yang membakar sedikitnya tiga bangunan tersebut berhasil dipadamkan total sekitar pukul 05.00 WIB. Tiga orang ditemukan tewas dalam kejadian ini, sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
"Sebuah musibah kejadian kebakaran melanda sebuah ruko dan tempat usaha di kawasan permukiman padat. Peristiwa ini mengakibatkan tiga orang warga meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka," tulis Sudin Gulkarmat.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. Warga diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di permukiman padat dengan instalasi listrik yang sudah tua.



