Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengumumkan bahwa 232 jiwa yang sempat mengungsi akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang telah kembali ke rumah masing-masing. Saat ini, tersisa 15 jiwa yang masih berada di pengungsian.
Proses Pemulangan Pengungsi
Abdul Muhari menjelaskan bahwa 232 jiwa tersebut kembali ke rumah pada Minggu (5/7/2026) pagi. Sebelumnya, mereka mengungsi di Kantor Desa Tanjakan Mekar. "232 jiwa tadi malam mengungsi di Kantor Desa Tanjakan Mekar, tadi pagi sudah kembali ke rumah masing-masing. Sisa 15 orang," ujar Abdul Muhari saat dihubungi pada Minggu (5/7/2026).
Penanganan Kebakaran dan Kebutuhan Pengungsi
Hingga saat ini, BNPB masih terus menyuplai kebutuhan masyarakat yang terdampak kebakaran. Abdul Muhari menyebutkan bahwa api masih menyala sekitar 60 persen dari total area yang terbakar. "BNPB tetap mendukung logistik pengungsi sesuai kebutuhan di lapangan. Per tadi pagi, 40 persen daerah terbakar sudah bisa dipadamkan dan masuk fase pendinginan. Kami harapkan hasil operasi pemadaman hari ini sudah bisa menekan sisa 60 persen yang masih terbakar untuk mengurangi asap," tuturnya.
Mengenai 15 jiwa yang masih mengungsi, Abdul Muhari menjelaskan bahwa mereka belum bisa kembali karena rumah mereka berada paling dekat dengan lokasi kebakaran, sehingga masih belum aman untuk ditempati. "(15 jiwa belum kembali ke rumah) Iya, rumah mereka paling dekat dengan lokasi TPA," jelasnya.
Upaya Pemadaman dengan Helikopter Water Bombing
Dalam upaya memadamkan api, BNPB sebelumnya telah mengerahkan dua helikopter water bombing. Jumlah tersebut akan ditambah menjadi empat helikopter pada hari berikutnya untuk mempercepat proses pemadaman. "BNPB akan menambah dua unit heli water bombing, sehingga total menjadi empat unit, yang akan direposisi besok untuk mempercepat upaya pemadaman," ungkap Abdul Muhari.
Operasi Modifikasi Cuaca Belum Memungkinkan
Abdul Muhari juga menyampaikan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) belum dapat dilakukan selama sepekan ke depan karena tidak adanya awan hujan yang memadai. Meskipun demikian, BNPB tetap menyiagakan satu unit pesawat OMC yang siap beroperasi jika awan hujan tersedia. "Operasi modifikasi cuaca belum memungkinkan untuk dilakukan hingga tujuh hari ke depan dikarenakan tidak adanya awan hujan yang memadai. Meskipun demikian, BNPB tetap menyiagakan satu unit pesawat OMC yang siap untuk beroperasi jika awan hujan tersedia," tuturnya.
Latar Belakang Kebakaran TPA Jatiwaringin
Kebakaran di TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, telah berlangsung sejak Selasa (30/6) lalu dan belum sepenuhnya padam. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status tanggap darurat karena luas kebakaran terus meluas. Total area TPA yang terbakar mencapai sekitar 15 hektare.



