Militer AS Bangun Kompleks Rahasia di Bawah Ballroom Gedung Putih
Militer AS Bangun Kompleks di Bawah Ballroom Gedung Putih

Militer AS Bangun Kompleks Besar di Bawah Ballroom Gedung Putih

Washington DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat pengungkapan mengejutkan mengenai proyek konstruksi rahasia di kompleks Gedung Putih. Dalam pernyataannya kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One, Trump mengonfirmasi bahwa militer AS sedang membangun kompleks besar di bawah ballroom baru yang sedang dibangun.

Pengungkapan di Tengah Penerbangan

Pengumuman ini disampaikan Trump pada Minggu (29/3/2026) waktu setempat, seperti dilansir AFP. "Militer sedang membangun kompleks besar di bawah ballroom, dan itu sedang dalam pembangunan, dan kita akan melakukannya dengan sangat baik, jadi kita lebih cepat dari jadwal," kata Trump dengan nada percaya diri.

Presiden yang juga mantan pengembang real estate ini menambahkan penjelasan yang justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan: "Itu bagian darinya, ballroom pada dasarnya menjadi gudang untuk apa yang sedang dibangun di bawahnya." Namun, Trump tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai fungsi atau tujuan dari kompleks bawah tanah tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Proyek Tanpa Preseden

Yang membuat pengumuman ini semakin menarik adalah fakta bahwa proyek pembangunan oleh militer di bawah Gedung Putih belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Amerika Serikat. Trump mengaku informasi tentang rencana tersebut baru terungkap "karena gugatan hukum yang bodoh", meski tidak merinci lebih jauh tentang gugatan tersebut.

Proyek ballroom itu sendiri sudah menjadi kontroversi sejak dimulai. Pada Oktober tahun lalu, Trump memerintahkan penghancuran seluruh sayap Gedung Putih untuk membangun ballroom berukuran besar yang akan digunakan untuk pertemuan dan jamuan makan malam kenegaraan.

Prosedur yang Tidak Biasa

Yang mencolok dari seluruh proyek ini adalah cara pelaksanaannya yang menghindari prosedur pemeriksaan rumit yang biasanya diperlukan untuk perubahan lanskap bangunan di Washington DC. Trump sendiri kerap berbicara secara detail tentang pekerjaan konstruksi yang sedang berlangsung, bahkan dalam konteks yang tidak terkait langsung.

"Kami menggunakan onyx dan batu-batu luar biasa," ucap Trump baru-baru ini dalam konferensi pers yang sebenarnya membahas perang Timur Tengah, menunjukkan betapa proyek konstruksi ini menjadi perhatian pribadinya.

Proyek Ambisius dengan Anggaran Membengkak

Proyek ballroom Gedung Putih telah berkembang menjadi salah satu proyek paling ambisius dalam lebih dari seabad terakhir. Cakupannya terus berkembang, dan yang lebih mencengangkan adalah anggarannya yang didanai swasta telah meningkat dua kali lipat.

Dari awalnya US$ 200 juta (sekitar Rp 3,4 triliun), anggaran kini membengkak menjadi US$ 400 juta (sekitar Rp 6,8 triliun). Pembengkakan anggaran ini terjadi tanpa penjelasan publik yang memadai mengenai apa yang sebenarnya dibangun.

Warisan Trump di Ibu Kota

Proyek Gedung Putih ini bukan satu-satunya upaya Trump untuk meninggalkan jejaknya di Washington DC. Presiden telah mengganti nama gedung pertunjukan ikonik menjadi "Trump-Kennedy Center" dan berencana membangun gapura besar yang terinspirasi Arc de Triomphe di Paris.

Rencana pembangunan gapura tersebut, yang dijuluki 'Arc de Trump', telah menuai kritik dari berbagai kalangan yang melihatnya sebagai pemborosan dan upaya pembangunan monumen pribadi dengan uang publik.

Dengan pengungkapan kompleks militer bawah tanah ini, semakin banyak pertanyaan yang muncul tentang apa sebenarnya yang sedang dibangun di bawah Gedung Putih dan untuk tujuan apa fasilitas rahasia tersebut akan digunakan. Ketidakjelasan informasi dari pemerintah AS hanya menambah misteri proyek konstruksi paling tidak biasa dalam sejarah Gedung Putih ini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga