Ketua MPR RI Optimis LCC Empat Pilar Makin Kuat, Tunda 23 Provinsi
Ketua MPR Optimis LCC Empat Pilar Makin Kuat, Tunda 23 Provinsi

Jakarta - Ketua Badan Sosialisasi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Abraham Liyanto, menyatakan optimisme bahwa eksistensi Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI akan semakin kokoh dan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Keyakinan ini tercermin dari antusiasme publik dalam menyikapi dinamika yang terjadi pada final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Alat Kelengkapan MPR dan LCC Empat Pilar

Abraham menjelaskan bahwa MPR RI memiliki tiga alat kelengkapan, yaitu Badan Sosialisasi, Badan Pengkajian, dan Badan Penganggaran. LCC Empat Pilar merupakan salah satu agenda MPR RI yang berada di bawah naungan Badan Sosialisasi. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pernyataan tersebut disampaikan Abraham Liyanto dalam konferensi pers di lobi Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, hari ini. Acara itu turut dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman dan Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pelaksanaan LCC di 15 Provinsi dan Penundaan

“Secara umum, hingga tanggal 9 Mei 2026 telah dilaksanakan LCC Empat Pilar di 15 provinsi, di mana Kalbar merupakan provinsi ke-15, sehingga masih tersisa 23 provinsi lainnya yang belum melaksanakan LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026,” kata Abraham dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026). Namun, karena adanya dinamika pada kegiatan LCC Kalbar, pelaksanaan di provinsi lain terpaksa ditunda.

Pada hari Selasa (12/5/2026), Pimpinan Badan Sosialisasi menggelar rapat secara daring dan memutuskan untuk melakukan evaluasi menyeluruh, baik terhadap dewan juri maupun pihak penyelenggara. Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai surat pernyataan resmi dari SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas. Salah satu poin dalam surat tersebut adalah penolakan terhadap pelaksanaan ulang lomba cerdas cermat.

Keputusan Rapat Gabungan

“Oleh karena itu, rapat gabungan dengan pimpinan MPR hari ini memutuskan bahwa kita mengikuti apa yang sudah disampaikan oleh kedua sekolah tersebut. Kami menilai bahwa sikap yang ditunjukkan dalam pernyataan kedua sekolah ini merupakan wujud nyata dari implementasi nilai-nilai Empat Pilar MPR itu sendiri. Di sana ada nilai toleransi, persatuan yang dijunjung tinggi, serta nilai keadilan dan demokrasi,” ujar Abraham.

Abraham menuturkan bahwa rapat akan kembali digelar untuk mengevaluasi dewan juri ke depan. Dewan juri akan berasal dari unsur pakar hukum tata negara atau akademisi atau dosen perguruan tinggi setempat di setiap provinsi. “Dengan format baru ini, pihaknya berharap sosialisasi Empat Pilar dapat semakin membumi dan mudah dipahami masyarakat,” tuturnya.

Peningkatan Kualitas LCC

Abraham menambahkan bahwa LCC Empat Pilar akan terus diselenggarakan dengan meningkatkan kualitas pengaturan dan melibatkan juri yang lebih profesional. “Dengan demikian, cita-cita Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) dapat memperkuat generasi muda untuk semakin mencintai bangsa ini,” tuturnya.

Abraham juga menegaskan tujuan utama dari Sosialisasi Empat Pilar, yaitu agar seluruh masyarakat Indonesia memahami nilai-nilai kebangsaan, serta generasi muda memahami kehidupan berbangsa dan bernegara secara benar dan baik. Selain itu, LCC Empat Pilar juga bertujuan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, cinta Tanah Air, serta mendorong pemahaman tentang nilai demokrasi, toleransi, persatuan, dan konstitusi negara.

Harapan ke Depan

“Mudah-mudahan ke depan Sosialisasi Empat Pilar ini bisa lebih membumi, sehingga target pemahaman bagi 280 juta warga Indonesia dapat tercapai, demi menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Sikap ini sudah dicontohkan dengan sangat baik oleh adik-adik kita dari kedua sekolah tersebut,” tutupnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga