Menlu Iran: Anda Tak Bisa Mengancam Kami, Ini Bukan Venezuela!
Menlu Iran: Anda Tak Bisa Mengancam Kami, Ini Bukan Venezuela!

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dengan tegas menolak klaim Amerika Serikat yang menyebut Teheran dapat dipaksa tunduk melalui tekanan militer. Dalam wawancara dengan Mehr News Agency yang dilansir NDTV dan The Times of India pada Senin (20/7/2026), Araghchi menekankan bahwa Iran bukan Venezuela, dan situasi kedua negara sangat berbeda.

Perbandingan dengan Venezuela

Araghchi membandingkan situasi di Iran dengan Venezuela, di mana AS memaksakan pergantian rezim melalui penangkapan Presiden Nicolas Maduro dalam operasi militer pada Januari lalu. Ia menegaskan bahwa Teheran tidak memiliki sistem kekuasaan tunggal, sehingga menyingkirkan satu pemimpin tidak akan memicu keruntuhan Republik Islam.

"Ini bukan Venezuela, di mana ketika Anda menangkap satu orang, kemudian semua orang menjadi takut dan mundur," kata Araghchi. Ia merujuk pada model kekuasaan "mosaik" di Iran yang mendiversifikasi proses pengambilan keputusan di bawah kepemimpinan yang terpadu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ancaman dalam Perundingan

Araghchi juga menceritakan pengalamannya selama perundingan damai dengan AS, termasuk percakapan dengan Steve Witkoff, utusan khusus Presiden Donald Trump untuk Timur Tengah. Ia menggambarkan situasi berbahaya yang terus dihadapi dirinya dan negosiator Iran lainnya.

"Saya bertanya kepada Witkoff, 'Pernahkah Anda berada dalam sebuah pertemuan di mana Anda merasa bahwa sewaktu-waktu seluruh pertemuan itu bisa saja dibom?' Mereka hanya menatap saya dengan tatapan kosong," ucap Araghchi dalam wawancara yang juga ditayangkan oleh media Rusia, RT.

"Saya berkata, 'Pernahkah Anda sedang berbicara di telepon, dan berpikir bahwa, seperti kata orang, Anda bisa saja meledak atau hancur seketika? Pernahkah Anda, misalnya, ketika menelepon untuk menanyakan kondisi keluarga Anda, berpikir dalam hati bahwa ini mungkin terakhir kalinya Anda bisa melakukannya?' Kami mengalami hal-hal semacam itu, namun kami tetap teguh pada pendirian kami," ujarnya.

Iran Tidak Bisa Diancam atau Disuap

Araghchi menegaskan bahwa meskipun terus-menerus mendapat ancaman, Iran menolak untuk menyerah. Ia mengungkapkan bahwa AS-lah yang pertama kali menjalin kontak dengan Iran untuk perundingan nuklir tahun lalu, dan terus berkomunikasi secara berkala sejak saat itu.

"Menanggapi tuntutan ilegal dan tidak beralasan untuk menghentikan total pengayaan uranium, kami melawan dan tetap teguh. Ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak bisa mencapai tujuan mereka melalui perundingan, mereka memulai perang," sebutnya.

"Anda seharusnya berbicara dengan cara yang berbeda kepada kami. Anda tidak bisa mengancam kami, dan Anda tidak bisa menyuap kami," tegas Araghchi.

Araghchi menambahkan bahwa Washington menawarkan pembangunan pembangkit listrik dan infrastruktur sebagai imbalan atas konsesi tertentu oleh Teheran. "Saya mengatakan tidak ada suap, tidak ada ancaman. Anda hanya bisa mengancam orang yang merasa takut. Ketika kami melangkah maju, dengan kesadaran penuh bahwa apa pun bisa terjadi pada kami kapan saja, Anda tidak bisa menakut-nakuti saya," ucapnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga