Latihan Militer Iran di Selat Hormuz, AS Kerahkan Armada Kapal Induk
Latihan Militer Iran di Selat Hormuz, AS Kerahkan Armada

Latihan Militer Iran di Selat Hormuz, AS Kerahkan Armada Kapal Induk

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi memulai serangkaian latihan militer di kawasan strategis Selat Hormuz. Latihan ini dilaporkan oleh media pemerintah Iran bertepatan dengan persiapan perundingan baru dengan Amerika Serikat (AS).

Latar Belakang Latihan dan Ancaman Blokade

Dilansir dari AFP, latihan perang yang durasinya belum ditentukan ini bertujuan mempersiapkan Garda Revolusi menghadapi berbagai potensi ancaman keamanan dan militer di selat tersebut. Pernyataan ini disampaikan televisi pemerintah Iran setelah AS diketahui mengerahkan kekuatan angkatan laut yang signifikan ke daerah tersebut.

Para politisi garis keras Iran telah berulang kali mengeluarkan ancaman untuk memblokir Selat Hormuz, yang merupakan jalur air vital bagi sekitar 20% produksi minyak dunia. Latihan militer ini diawasi langsung oleh kepala Garda Revolusi, Jenderal Mohammad Pakpour, dengan fokus meningkatkan kemampuan IRGC dalam bereaksi secara cepat dan efektif.

Konteks Perundingan dan Ketegangan Regional

Latihan tersebut berlangsung dalam momen krusial ketika Teheran dan Washington bersiap untuk putaran pembicaraan baru di Jenewa, yang dimediasi oleh Oman. Kedua negara yang telah bermusuhan selama empat dekade ini sebelumnya melanjutkan diskusi pada 6 Februari di Oman, menandai pertemuan pertama sejak diplomasi terhenti pada Juni lalu akibat perang Iran-Israel.

Perang tersebut memicu serangan Israel dan AS terhadap fasilitas nuklir Iran. Presiden AS Donald Trump, yang terus menekan Iran untuk mencapai kesepakatan, telah mengerahkan kekuatan angkatan laut besar ke wilayah itu yang ia sebut sebagai 'armada'.

Pengerahan Kekuatan Militer AS

Setelah mengirim kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kapal perang pengawal ke Teluk pada Januari, Trump mengumumkan pada Jumat (13/2) bahwa kapal induk kedua, Gerald R. Ford, akan segera berangkat ke Timur Tengah. Pergerakan militer ini memperlihatkan eskalasi ketegangan di kawasan yang sudah rentan konflik.

Latihan militer Iran dan pengerahan armada AS terjadi dalam atmosfer diplomasi yang rapuh, di mana kedua belah pihak saling menunjukkan kekuatan sembari menjaga jalur dialog. Situasi ini mengundang kekhawatiran internasional mengingat dampak potensial terhadap stabilitas keamanan global dan pasokan energi dunia.