Kim Ju Ae Ditetapkan Sebagai Pewaris Takhta Korea Utara, Ini Profil Lengkapnya
Kim Ju Ae Ditetapkan Sebagai Pewaris Takhta Korea Utara

Putri Kim Jong Un Ditetapkan Sebagai Calon Penerus Kepemimpinan Korea Utara

Pyongyang - Sebuah pengumuman penting terkait suksesi kepemimpinan di Korea Utara akhirnya terungkap. Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) telah mengonfirmasi bahwa pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, secara resmi menetapkan putrinya, Kim Ju Ae, sebagai calon penerus takhta negara komunis tersebut.

Konfirmasi dari Badan Intelijen Korea Selatan

Informasi mengenai penunjukan Ju Ae sebagai pewaris takhta disampaikan oleh anggota parlemen Korea Selatan, Lee Seong-kweun, setelah menerima pengarahan khusus dari NIS. "NIS menilai Ju Ae kini secara jelas ditunjuk sebagai penerus," ujar Lee seperti dilansir AFP pada Minggu (15/2/2026).

Kesimpulan ini didasarkan pada berbagai indikator yang diamati selama beberapa tahun terakhir, termasuk:

  • Frekuensi penampilan Ju Ae dalam acara-acara kenegaraan yang semakin meningkat
  • Keterlibatannya dalam pembahasan kebijakan pemerintah
  • Posisi strategisnya dalam berbagai kegiatan militer bersama ayahnya

Profil Kim Ju Ae: Dari Bayi Misterius Menjadi Pewaris Takhta

Kim Ju Ae, yang saat ini diperkirakan berusia 13 tahun, merupakan putri dari Kim Jong Un dan istrinya, Ri Sol Ju. Keberadaannya pertama kali diungkap kepada dunia oleh pemain bola basket Amerika Serikat, Dennis Rodman, pada tahun 2013.

"Saya menggendong bayi mereka, Ju Ae, dan juga berbicara dengan istri Kim," kenang Rodman dalam wawancara dengan The Guardian mengenai kunjungannya ke Korea Utara.

Menurut laporan NIS pada tahun 2023, Ju Ae tidak pernah terdaftar di lembaga pendidikan formal. Sebaliknya, dia menjalani pendidikan melalui sistem homeschooling di Pyongyang. Beberapa hobi yang dilaporkan dimilikinya antara lain:

  1. Berkuda (disebutkan Kim Jong Un sangat puas dengan keterampilan ini)
  2. Berenang
  3. Bermain ski

Transformasi dari Anak Pendiam Menjadi Wajah Publik

Penampilan pertama Ju Ae di televisi pemerintah terjadi pada tahun 2022, ketika dia terlihat memeriksa rudal balistik antarbenua terbaru Korea Utara sambil memegang tangan ayahnya. Sejak saat itu, kehadirannya di media pemerintah semakin sering dan signifikan.

Media pemerintah Korea Utara, yang sebelumnya jarang menyebut namanya, kini sering menggambarkan Ju Ae dengan gelar-gelar kehormatan seperti 'yang dicintai', 'yang dihormati', atau 'tokoh besar yang membimbing'.

Momen-Momen Penting yang Memperkuat Statusnya

Beberapa momen penting telah memperkuat spekulasi mengenai status Ju Ae sebagai penerus:

Pada Januari 2026, media pemerintah menampilkan Ju Ae memberikan penghormatan bersama ayahnya di Istana Matahari Kumsusan, tempat persemayaman pendiri negara Kim Il Sung dan Kim Jong Il. Momen ini dinilai memiliki makna simbolis yang sangat kuat dalam konteks suksesi kepemimpinan.

Di malam Tahun Baru 2024, terjadi momen langka yang menunjukkan kasih sayang publik antara ayah dan anak. Kim Jong Un dan Ju Ae saling mencium pipi di stadion Pyongyang yang dipenuhi warga, sebuah gambaran yang jarang terlihat dari pemimpin yang biasanya sangat tertutup.

Dalam beberapa bulan terakhir, perubahan posisi Ju Ae dalam foto-foto resmi juga menarik perhatian analis. Dia sekarang sering terlihat:

  • Berjalan sejajar dengan ayahnya, bukan mengikutinya dari belakang
  • Memiliki tinggi badan yang melebihi Kim Jong Un
  • Diposisikan di bagian depan foto dengan ayahnya di latar belakang

Peran Strategis dan Simbolis

Kehadiran Ju Ae dalam agenda-agenda penting tidak hanya sekadar simbolis. Dia telah bergabung dengan ayahnya dalam menerima para pejabat asing dan bahkan disorot di atas para ajudan senior Kim Jong Un dalam liputan media pemerintah.

Penampilannya dengan rambut panjang (yang biasanya dilarang untuk anak seusianya) dan pakaian rancangan desainer juga menunjukkan status khusus yang dimilikinya dalam hierarki Korea Utara.

Keluarga Kim telah memerintah Korea Utara selama beberapa dekade dengan kultus 'garis keturunan Paektu' yang sangat kuat. Penunjukan Ju Ae sebagai penerus melanjutkan tradisi kepemimpinan turun-temurun ini, meskipun dengan twist baru: untuk pertama kalinya, seorang perempuan dari keluarga penguasa dipersiapkan untuk memegang tampuk kepemimpinan tertinggi.

Meskipun sosok perempuan dalam pemerintahan Korea Utara bukan hal baru (saudara perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong, memegang posisi senior di Partai Buruh Korea), penunjukan Ju Ae sebagai penerus resmi menandai babak baru dalam politik dinasti negara tersebut.