2 Kapal Tanker UEA Diserang Iran di Selat Hormuz, 1 Awak Tewas
Kapal Tanker UEA Diserang Iran di Selat Hormuz, 1 Tewas

Uni Emirat Arab (UEA) mengonfirmasi bahwa Iran telah melancarkan serangan rudal terhadap dua kapal tanker miliknya di Selat Hormuz pada Selasa, 14 Juli 2026. Serangan tersebut menewaskan satu awak kapal dan melukai delapan orang lainnya, menandai eskalasi terbaru dalam ketegangan yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat beserta sekutunya di kawasan Teluk.

Kronologi Serangan dan Korban Jiwa

Kementerian Pertahanan UEA mengumumkan bahwa kapal tanker nasional Mombasa dan Al Bahiyah menjadi sasaran dua rudal jelajah Iran saat melintasi jalur pelayaran selatan Selat Hormuz, di dalam perairan teritorial Oman. Dalam pernyataan resmi yang diunggah di media sosial X, kementerian tersebut menyebutkan bahwa serangan itu menewaskan satu awak kapal berkewarganegaraan India dan melukai delapan orang lainnya, termasuk empat orang yang mengalami luka serius.

Serangan rudal tersebut memicu kebakaran di kedua kapal tanker yang menyebabkan kerusakan, namun api berhasil dikendalikan oleh kru kapal. Belum ada klaim tanggung jawab dari pihak Iran secara resmi, namun UEA dengan tegas menyalahkan Iran atas insiden ini.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Reaksi UEA: Kecaman Keras atas Pelanggaran Hukum Internasional

Kementerian Pertahanan UEA mengecam keras serangan tersebut. Dalam pernyataannya, mereka menggambarkan insiden ini sebagai "serangan terang-terangan" yang merupakan "pelanggaran berat dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional yang mengancam keamanan dan stabilitas regional." UEA, yang merupakan sekutu utama Amerika Serikat di kawasan dan negara pengekspor minyak utama, telah beberapa kali melaporkan serangan rudal dan drone dari Iran dalam beberapa bulan terakhir.

Latar Belakang: Eskalasi Konflik AS-Iran

Serangan ini terjadi sehari setelah Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, mengumumkan kebijakan baru untuk mengenakan biaya pada semua kargo yang melintasi Selat Hormuz serta memberlakukan kembali blokade terhadap kapal-kapal Iran. Pada Senin, 13 Juli 2026, Trump menegaskan tekadnya untuk menjaga jalur pelayaran vital tersebut tetap terbuka dengan membebankan tarif 20% pada kargo yang melintas, sekaligus memblokade pelabuhan Iran.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima minyak dunia sebelum konflik pecah pada Februari lalu. Jalur ini menjadi titik perselisihan utama antara AS dan Iran, dengan masing-masing pihak saling mengancam untuk mengganggu aliran minyak global. Serangan terhadap kapal tanker UEA ini menandai eskalasi baru dalam konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan, memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi dunia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Iran. Namun, media Iran sebelumnya telah memuat daftar target balasan yang mencakup nama-nama pemimpin Barat, termasuk Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga