Israel Tahan Ratusan Aktivis dari Armada Bantuan ke Gaza, Ada 9 WNI
Israel Tahan Ratusan Aktivis Armada Bantuan Gaza, 9 WNI

Jakarta - Otoritas Israel menahan ratusan aktivis yang ditangkap dari armada kapal menuju Gaza di pelabuhan selatan Ashdod, Israel. Mereka ditangkap saat hendak mengirim bantuan dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026.

Berdasarkan laporan kantor berita AFP pada Rabu (20/5/2026), kelompok hak asasi manusia Adalah menyatakan penahanan masih berlangsung setelah pasukan Israel mencegat kapal-kapal tersebut di laut lepas.

Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla

Armada Global Sumud berlayar dari Turki sejak pekan lalu. Misi ini merupakan upaya terbaru para aktivis untuk menembus blokade Israel terhadap wilayah Palestina, setelah sebelumnya pasukan Israel mencegat konvoi serupa bulan lalu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pemerintah Israel mengklaim 430 aktivis di atas armada sedang dalam perjalanan menuju Israel. Sementara itu, Adalah mengatakan sebagian aktivis telah tiba di pelabuhan Ashdod dan ditahan di sana.

"Setelah berlayar menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan menantang blokade ilegal, para peserta sipil ini diculik secara paksa dari perairan internasional dan dibawa ke wilayah Israel sepenuhnya di luar kehendak mereka," ujar Adalah dalam pernyataannya.

"Tindakan ini merupakan perpanjangan langsung dari kebijakan Israel tentang hukuman kolektif dan kelaparan terhadap warga Palestina di Gaza," sambungnya.

Reaksi Israel dan Pemerintah RI

Kementerian Luar Negeri Israel menolak operasi tersebut sebagai aksi publisitas yang melayani Hamas. "Aksi PR lainnya telah berakhir. Semua 430 aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel dan sedang menuju Israel, di mana mereka akan dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka," kata seorang juru bicara Kemlu Israel pada Selasa malam.

"Aksi PR ini sekali lagi terbukti tidak lebih dari aksi PR yang melayani Hamas," tambahnya. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengecam aksi ini sebagai "skema jahat yang dirancang untuk mematahkan blokade yang telah kami terapkan pada teroris Hamas di Gaza."

Dari ratusan aktivis yang ditahan, sembilan warga negara Indonesia (WNI) ikut tertangkap. Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan pihaknya terus berupaya memastikan kondisi para WNI yang menjadi relawan dalam misi tersebut.

"Kementerian Luar Negeri kami dari kemarin sudah terus memonitor situasinya. Saya sendiri sudah menghubungi kedutaan kita atau perwakilan kita untuk berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri di Yordania, Turki, dan Mesir untuk mencari informasi akurat terkait posisi, situasi, dan keadaan saudara-saudara kita yang ditangkap," ujar Sugiono usai rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga