Israel Klaim Serangan ke Iran sebagai 'Serangan Pendahuluan' untuk Hapus Ancaman
Israel Serang Iran, Klaim sebagai 'Serangan Pendahuluan'

Israel Klaim Serangan ke Iran sebagai 'Serangan Pendahuluan' untuk Hapus Ancaman

Israel melancarkan serangan militer ke wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, pagi waktu setempat. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, secara tegas menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan sebuah "serangan pendahuluan" yang ditujukan untuk melindungi kedaulatan dan keamanan negaranya.

Tujuan Strategis Serangan Israel

Menurut laporan yang dikutip dari BBC, serangan ini memiliki tujuan utama untuk "menghilangkan ancaman terhadap Negara Israel". Katz menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi bahaya yang dinilai mengancam stabilitas dan keselamatan warga Israel. Serangan tersebut terjadi dalam konteks yang sangat sensitif, di mana upaya diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran sedang berlangsung intensif.

Latar Belakang Diplomatik yang Rumit

Serangan Israel ke Iran ini terjadi tepat di tengah-tengah negosiasi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran, yang berfokus pada pencapaian kesepakatan mengenai program nuklir Iran. Upaya diplomatik tersebut telah menjadi perhatian global, dengan harapan dapat meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Namun, serangan pendahuluan dari Israel ini justru menambah kompleksitas situasi dan berpotensi memengaruhi jalannya perundingan.

Para analis keamanan internasional menyoroti bahwa serangan ini mungkin merupakan bagian dari strategi Israel untuk mengambil inisiatif dalam menghadapi ancaman yang dirasakan dari program nuklir Iran. Meskipun demikian, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran mengenai dampak atau korban dari serangan tersebut. Situasi ini terus dipantau ketat oleh komunitas internasional, mengingat implikasinya yang luas terhadap keamanan regional dan global.