Zulhas: Sampah di Mana-Mana, Presiden Risau, Pemerintah Bertindak
Zulhas: Sampah di Mana-Mana, Presiden Risau

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menyatakan bahwa persoalan sampah yang berkepanjangan menjadi kekhawatiran serius bagi Presiden Prabowo Subianto. Masalah ini dinilai sudah berlangsung bertahun-tahun dan membutuhkan penanganan segera.

Kerisauan Presiden atas Sampah

“Permasalahan sampah menjadi kerisauan yang mendalam bagi Bapak Presiden. Di mana-mana ada sampah, Presiden risau kalau mau menjadi bangsa yang hebat dan maju, masa mengelola sampah saja tidak bisa,” ujar Zulhas saat memberikan sambutan pada acara Gerakan Pilah Sampah sekaligus pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Minggu (10/5).

Tantangan Teknologi dan Perizinan

Menurut Zulhas, teknologi pengelolaan sampah sudah sangat beragam dan tersedia, namun penerapannya terhambat oleh banyaknya aturan yang rumit. Ia mengungkapkan bahwa dalam 11 tahun terakhir, hanya dua proyek pengelolaan sampah berbasis teknologi modern yang mendapatkan izin. Dari dua proyek tersebut, satu tidak dapat beroperasi, sementara yang lain berjalan tidak konsisten.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Zulhas menekankan bahwa panjangnya proses perizinan menjadi kendala utama. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 yang bertujuan memangkas birokrasi perizinan. “Kita merumuskan ada aturan yang begitu panjang, kalau menyelesaikan satu persoalan sampah itu terlalu panjang. Karena itu terbitlah Perpres untuk memangkas perizinan,” jelasnya.

Penanganan Darurat Sampah di 71 Kota

Saat ini, pemerintah tengah menangani masalah sampah di 71 kota yang tergabung dalam 22 aglomerasi yang dinyatakan darurat sampah. Beberapa daerah masuk kategori darurat, seperti Bantargebang, Tangerang Selatan, Bandung, dan sejumlah kota lainnya. Zulhas menargetkan penyelesaian masalah di daerah-daerah tersebut pada tahun 2028. “Yang darurat seperti Bantargebang, Bandung, Tangsel, kita akan selesaikan pada 2028,” tegasnya.

Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Bersih

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara resmi membuka Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta di Plaza Festival Pedestrian, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah dengan tema “Menuju 5 Abad, Jaga Jakarta Bersih”.

Pramono menjelaskan bahwa pemilihan lokasi acara ini sengaja untuk menunjukkan bahwa Jakarta sedang berbenah. “Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta menjadi kota global dan pusat perekonomian nasional, serta hingga hari ini masih menyandang status sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pembangunan Jakarta tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Persoalan sampah membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Melalui Gerakan Pilah Sampah, Pramono mengajak warga untuk mulai memilah sampah dari rumah guna mengurangi beban tempat pembuangan akhir. “Maka hari ini, sesuai instruksi gubernur, kita akan mengadakan gerakan pilah sampah. Saya yakin, di bawah arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Menko Pangan, gerakan ini bisa dijalankan secara sungguh-sungguh. Semoga ini menjadi gerakan baru di Jakarta dan persoalan sampah yang selama ini belum terselesaikan dapat diatasi,” pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga