Israel Lanjutkan Serangan Baru ke Iran, Hantam Lebih dari 30 Target Lokasi
Jakarta - Angkatan Udara Israel kembali melancarkan gelombang serangan militer skala besar terhadap Iran. Operasi ofensif terbaru ini dilaporkan menghantam lebih dari 30 target lokasi strategis di wilayah barat dan tengah negara Republik Islam tersebut.
Gelombang Serangan Terkoordinasi
Dilansir dari laporan media internasional Aljazeera pada Minggu (1/3/2026), puluhan jet tempur Israel terlibat dalam serangan udara yang dipandu oleh Intelijen Militer. Militer Israel mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan:
"Puluhan jet tempur Angkatan Udara menyerang, dipandu oleh Intelijen Militer, dan baru saja menyelesaikan gelombang serangan lain untuk menargetkan susunan rudal balistik dan sistem pertahanan udara rezim teror Iran di Iran bagian barat dan tengah."
Target Strategis Militer
Serangan Israel kali ini secara spesifik menargetkan berbagai infrastruktur pertahanan Iran, termasuk:
- Instalasi sistem pertahanan udara
- Lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal balistik
- Markas dan fasilitas militer strategis
- Target-target lain yang diklasifikasikan sebagai "target rezim"
Pernyataan militer Israel juga mengindikasikan bahwa operasi serangan akan terus berlanjut terhadap berbagai target pertahanan Iran dalam waktu dekat.
Eskalasi Konflik yang Berlanjut
Serangan terbaru ini merupakan kelanjutan dari operasi militer koordinasi Amerika Serikat dan Israel yang dilancarkan sebelumnya pada Sabtu (28/2/2026). Dalam serangan sebelumnya, kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei di Teheran menjadi sasaran puluhan bom.
Insiden tersebut mengakibatkan tewasnya Khamenei, yang memicu reaksi keras dari pemerintah Iran. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeluarkan pernyataan ancaman balasan:
"Operasi ofensif terberat dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera dimulai menuju wilayah dan pangkalan teroris Amerika yang diduduki."
Dampak dan Respons Internasional
Gelombang serangan baru ini semakin memperuncing ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sudah memanas. Kepulan asap terlihat menjulang di area Teheran, ibu kota Iran, pasca serangan terkoordinasi AS-Israel sebelumnya.
Iran secara tegas mengutuk serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi mereka dan berjanji akan membalas tindakan militer tersebut. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan yang sudah rentan terhadap ketegangan geopolitik.
