Iran Segera Terima Ratusan Rudal Portabel Buatan China, Pengiriman Pertama dalam Pekan Depan
Iran Terima Rudal Portabel China dalam Pekan Depan

Pengiriman Rudal Portabel China ke Iran Segera Terwujud

Iran dikabarkan akan menerima pengiriman pertama dari total hingga 400 peluncur rudal pertahanan udara portabel buatan China dalam beberapa pekan mendatang. Kesepakatan ini, yang bernilai sekitar 60 juta hingga 70 juta dolar AS (setara Rp 1,09 triliun hingga Rp 1,27 triliun dengan kurs Rp 18.094 per dolar AS), merupakan bagian dari upaya Iran untuk memperkuat kembali sistem pertahanan udaranya setelah berbulan-bulan terlibat konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Tiga sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Iran diperkirakan menerima gelombang pertama rudal pertahanan udara yang dapat dioperasikan dari bahu (MANPADS) dalam waktu dekat. Pengadaan ini menjadi langkah strategis Teheran untuk mengisi kembali persediaan rudal yang mungkin telah terkuras selama ketegangan regional.

Nilai dan Jumlah Pengiriman

Kesepakatan ini mencakup hingga 400 unit peluncur rudal, dengan nilai total mencapai puluhan juta dolar. Angka tersebut menunjukkan skala investasi Iran dalam memperkuat pertahanan udaranya. Rudal portabel buatan China ini dikenal memiliki kemampuan untuk menargetkan pesawat terbang pada ketinggian rendah, sehingga efektif untuk pertahanan titik strategis.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Meskipun detail spesifik mengenai model rudal belum diungkap, analis militer menilai bahwa rudal tersebut kemungkinan merupakan varian dari sistem MANPADS China seperti FN-6 atau QW-2, yang telah diekspor ke berbagai negara. Iran sendiri sebelumnya telah mengoperasikan berbagai sistem pertahanan udara buatan dalam negeri maupun luar negeri, namun pengadaan ini mengindikasikan kebutuhan mendesak akan sistem yang lebih modern.

Dampak Regional dan Respons Internasional

Pengiriman rudal ini berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk. Israel dan AS telah beberapa kali menuding Iran mengirimkan senjata ke kelompok proksi di Timur Tengah, dan pengadaan rudal portabel ini dapat memicu kekhawatiran tentang penyebaran senjata canggih. Di sisi lain, China sebagai pemasok menyatakan bahwa transaksi tersebut bersifat komersial dan sesuai dengan regulasi internasional.

Bagi Iran, rudal portabel ini menjadi alat vital untuk melindungi instalasi nuklir dan militer dari serangan udara. Sebelumnya, Iran mengalami keterbatasan dalam sistem pertahanan udaranya setelah sanksi internasional membatasi akses terhadap teknologi asing. Dengan kedatangan rudal China, Teheran berharap dapat menutup celah pertahanan yang ada.

Pengiriman pertama dijadwalkan dalam beberapa pekan mendatang, dan Iran diperkirakan akan menerima total seluruh pesanan dalam beberapa tahap. Kesepakatan ini juga menjadi sinyal semakin eratnya hubungan militer antara Iran dan China di tengah tekanan Barat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga