Pada Kamis, 30 Juli 2026, Rusia meluncurkan rudal balistik ke kota Kyiv, Dnipro, dan Kryvyi Rih, menewaskan sedikitnya satu orang dan menyebabkan kerusakan parah. Serangan ini merupakan balasan atas serangan drone Ukraina ke Moskow dua hari sebelumnya yang melibatkan lebih dari 390 UAV.
Serangan Balasan Rusia Setelah Drone Ukraina ke Moskow
Sebelumnya, pada Selasa (28/7/2026), Ukraina meluncurkan lebih dari 390 drone ke arah Moskow. Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, melaporkan melalui Telegram bahwa sebagian besar drone dinetralisir oleh pertahanan udara, dengan 81 UAV dihancurkan di dekat Moskow. Serangan itu terjadi beberapa jam sebelum Presiden Volodymyr Zelensky dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih. Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov, menambahkan bahwa drone merusak perumahan di kota Chekhov dan desa Vaulovo.
Pada Senin (27/7) dini hari, Ukraina juga melancarkan ratusan drone yang menewaskan dua orang di wilayah Rusia dan memicu kebakaran. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim mencegat 276 drone malam itu. Presiden Zelensky melalui Facebook mengklaim pasukannya menyerang terminal ekspor di Rostov serta fasilitas minyak di Yaroslavl dan Udmurtia.
Ledakan Terdengar di Kyiv, Warga Diminta Berlindung
Pada Kamis pagi, ledakan terdengar di Kyiv setelah Rusia meluncurkan rudal balistik. Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, meminta warga tetap di tempat perlindungan, dengan peringatan: "Musuh menyerang ibu kota dengan senjata balistik. Ancaman serangan lebih lanjut tetap ada. Tetaplah di tempat perlindungan!" Administrasi militer Kyiv mengonfirmasi satu orang tewas. Kota Dnipro dan Kryvyi Rih juga menjadi sasaran.
Video dari desa Radushne dekat Kryvyi Rih menunjukkan mayat-mayat berserakan di antara reruntuhan bangunan yang terbakar. Dua wanita terdengar berkata, "Kami telah menarik satu anak keluar. Masih ada beberapa yang tergeletak di sana. Ada anak-anak di sini. Ada banyak anak-anak." Angkatan udara Ukraina melaporkan lebih banyak rudal balistik menuju Kyiv setelah gelombang awal.
Peringatan dan Imbauan Presiden Zelensky
Sehari sebelumnya, Presiden Zelensky memperingatkan warganya melalui X tentang kemungkinan serangan besar-besaran Rusia. Ia menulis, "Rusia telah mempersiapkan serangan besar-besaran beberapa hari yang lalu, dan ada kemungkinan besar serangan itu akan dilakukan malam ini. Mohon, di semua wilayah Ukraina, perhatikan peringatan serangan udara hari ini dan tetaplah aman." Zelensky kembali mendesak sekutu untuk memasok rudal pertahanan udara yang kurang dimiliki Ukraina.
Serangan ini merupakan eskalasi terbaru dalam konflik yang berlangsung sejak invasi Rusia pada 2022. Ukraina terus meningkatkan serangan drone ke wilayah Rusia, sementara Rusia membalas dengan rudal balistik yang menargetkan infrastruktur sipil dan militer.



