Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan rudal ke pesawat militer Amerika Serikat (AS) yang berada di Bandara Aqaba, Yordania, pada Minggu malam. Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan parah pada beberapa pesawat.
Detail Serangan Rudal Iran di Bandara Aqaba
Menurut pernyataan resmi Garda Revolusi yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah Iran, serangan tersebut menargetkan pesawat angkut berat AS dan pesawat komando dan kendali. "Pesawat angkut berat Amerika dan pesawat komando dan kendali menjadi sasaran rudal balistik, menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah pesawat tersebut," demikian bunyi pernyataan itu, seperti dilansir AFP pada Senin (20/7/2026).
Bandara Aqaba yang terletak di Yordania selatan merupakan pangkalan penting bagi militer AS di kawasan Timur Tengah. Serangan ini menambah ketegangan yang sudah tinggi antara Iran dan AS.
Serangan Terhadap Kapal Tanker di Selat Hormuz
Tidak hanya menyerang pesawat, Garda Revolusi Iran juga mengakui telah melakukan serangan terhadap dua kapal tanker yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Kedua kapal tersebut dilaporkan meledak dan dihentikan. "Larut malam kemarin, dua kapal tanker minyak yang tidak patuh... mencoba masuk dan keluar melalui apa yang digambarkan sebagai rute selatan Selat Hormuz yang tidak aman dan berbahaya, meledak dan dihentikan," kata Garda Revolusi dalam pernyataan terpisah yang dilaporkan oleh kantor berita Tasnim.
Selat Hormuz merupakan jalur air strategis yang dilalui sekitar seperlima dari konsumsi minyak global. Serangan terhadap kapal tanker ini berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia dan meningkatkan harga energi.
Dampak dan Reaksi
Serangan rudal Iran ini merupakan eskalasi signifikan dalam konflik yang telah berlangsung lama antara Iran dan AS. Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah AS atau Yordania mengenai insiden ini. Namun, serangan ini dipastikan akan memicu respons keras dari Washington dan sekutunya di kawasan.
Para analis militer menilai bahwa penggunaan rudal balistik untuk menyerang aset udara di bandara menunjukkan peningkatan kemampuan tempur Iran. Serangan ini juga menandai pertama kalinya Iran secara langsung menargetkan pesawat AS di pangkalan udara sekutu.



