Iran Luncurkan Rudal ke Pangkalan Udara Arab Saudi, Berhasil Dicegat
Iran Serang Pangkalan Udara Saudi, Rudal Berhasil Dicegat

Iran Luncurkan Rudal ke Pangkalan Udara Arab Saudi, Berhasil Dicegat

Riyadh - Pada Senin (2/3/2026) waktu setempat, Iran melancarkan serangan rudal yang menargetkan sebuah pangkalan udara di dekat Riyadh, ibu kota Arab Saudi. Rudal-rudal tersebut berhasil dicegat di udara sebelum mencapai tujuannya, mencegah kerusakan lebih lanjut.

Serangan Balasan Iran di Kawasan Teluk

Menurut seorang sumber dari salah satu negara Teluk yang dikutip oleh AFP, serangkaian serangan rudal ini melanda wilayah Saudi sebagai bagian dari respons Iran terhadap gelombang serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Serangan ini semakin menggencarkan ketegangan di kawasan Teluk, yang telah lama menjadi pusat konflik geopolitik.

Pangkalan Udara Pangeran Sultan, yang terletak di kota Al Kharj sebelah tenggara Riyadh, menjadi sasaran utama dalam serangan balasan Iran ini. Pangkalan udara ini diketahui menampung pasukan militer AS di Saudi, menjadikannya target strategis dalam konflik yang melibatkan kekuatan-kekuatan regional dan internasional.

Detil Serangan dan Intervensi

"Rudal-rudal Iran yang menargetkan Pangkalan Udara Pangeran Sultan kembali dicegat pada Senin (2/3) pagi," kata sumber tersebut. Dua saksi mata di lapangan melaporkan kepada AFP bahwa mereka mendengar rentetan suara ledakan di langit kota Kharj, mengindikasikan keberhasilan sistem pertahanan udara Saudi dalam mencegat ancaman tersebut.

Pada hari yang sama, Arab Saudi juga berhasil mencegat dua drone yang menargetkan kilang minyak raksasa, Ras Tanura, di bagian timur negara itu. Juru Bicara Kementerian Pertahanan Saudi, Turki al-Maliki, menyatakan bahwa puing-puing yang jatuh dari drone-drone yang dicegat menyebabkan kebakaran "kecil", namun tidak ada warga sipil yang terluka dalam insiden ini.

Dampak dan Respons Lebih Luas

Ras Tanura merupakan salah satu fasilitas penyulingan dan ekspor minyak terbesar di dunia, dan imbas serangan drone ini, otoritas Saudi menutup sementara operasional kilang minyak tersebut. Tindakan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk memastikan keamanan dan stabilitas pasokan energi.

Selain Arab Saudi, beberapa negara Teluk lainnya, seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait, juga dilanda serangan-serangan Iran dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini menunjukkan eskalasi konflik yang meluas di kawasan, dengan Iran menggunakan berbagai metode serangan, termasuk rudal dan drone, untuk menekan negara-negara sekutu AS.

Serangan ini terjadi dalam konteks ketegangan yang meningkat antara Iran dan koalisi negara-negara Teluk yang didukung oleh Amerika Serikat. Respons defensif Saudi dalam mencegat rudal dan drone menunjukkan kesiapan militer mereka, namun juga menggarisbawahi kerentanan kawasan terhadap konflik bersenjata yang dapat berdampak pada stabilitas regional dan global.