Iran Klaim Serang Kantor Netanyahu dan Markas AU Israel Pakai Rudal Kheibar
Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan rudal yang menargetkan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta markas komandan angkatan udara Israel. Pernyataan resmi ini disiarkan oleh kantor berita Iran, Fars, dan dilaporkan oleh AFP pada Senin (2/3/2026).
Target Serangan dan Pernyataan Resmi
Dalam pernyataannya, Garda Revolusi Iran menyebut bahwa "kantor perdana menteri kriminal rezim Zionis dan markas komandan angkatan udara rezim tersebut menjadi sasaran". Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi ketegangan yang terus memanas antara kedua negara di kawasan Timur Tengah.
Disebutkan bahwa serangan tersebut menggunakan rudal balistik jenis Kheibar. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai dampak atau kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan rudal tersebut. Pihak Israel juga belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim dari Iran ini.
Spesifikasi dan Kemampuan Rudal Balistik Kheibar
Rudal balistik Kheibar pertama kali diluncurkan oleh Iran pada tahun 2022. Rudal ini memiliki jangkauan operasional sejauh 1.450 kilometer, yang berarti mampu mencapai wilayah Israel jika diluncurkan dari wilayah Iran.
Menurut laporan dari New York Times, Kheibar adalah rudal berbahan bakar padat yang dilengkapi dengan sistem panduan canggih untuk meningkatkan akurasi dalam menghantam target. Yang membuat rudal ini menonjol adalah kemampuan hulu ledaknya untuk bermanuver guna menghindari sistem pertahanan udara tradisional.
Kemampuan manuver ini menjadi perhatian serius bagi pejabat keamanan nasional di Eropa dan Israel, serta para pengamat teknologi militer yang memantau perkembangan persenjataan Iran. Akurasi dan jangkauan rudal Kheibar telah menarik perhatian luas sebagai bagian dari kemajuan signifikan dalam program rudal balistik Iran.
Konteks Ketegangan Regional
Serangan ini terjadi dalam konteks ketegangan yang terus meningkat antara Iran dan Israel, yang telah melibatkan berbagai insiden militer dan diplomatik dalam beberapa tahun terakhir. Klaim serangan terhadap kantor Netanyahu menandai eskalasi baru dalam konflik yang telah berlangsung lama antara kedua negara.
Iran secara konsisten menyatakan oposisi terhadap Israel, yang mereka sebut sebagai "rezim Zionis". Sementara itu, Israel telah berulang kali menyuarakan kekhawatiran terhadap program nuklir dan pengembangan rudal Iran, yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya.
Para analis keamanan memperkirakan bahwa serangan semacam ini dapat memicu respons balasan dari Israel, yang dikenal memiliki kemampuan militer yang maju dan sejarah panjang dalam melancarkan operasi terhadap target-target yang dianggap mengancam. Situasi ini terus dipantau secara ketat oleh komunitas internasional mengingat potensi dampaknya terhadap stabilitas regional.
