Seorang penasihat pemimpin tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menegaskan bahwa Selat Hormuz lebih penting daripada "puluhan bom atom." Ia berjanji bahwa pemerintah Iran akan melindungi jalur air vital tersebut. "Jalur strategis ini lebih penting daripada puluhan bom atom, dan Republik Islam Iran akan melindunginya," kata Rezaei seperti dikutip oleh kantor berita Iran, ISNA, dilansir Al-Arabiya dan AFP, Senin (13/7/2026).
Latar Belakang Ketegangan
Negara-negara Barat telah menuduh Iran berupaya menciptakan bom atom, tetapi Teheran bersikeras bahwa program nuklirnya adalah untuk tujuan damai dan sipil. Sebelumnya pada hari Minggu (12/7) waktu setempat, Teheran mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan meluncurkan rudal dan drone ke negara-negara tetangganya di Teluk. Serangan ini sebagai balasan atas serangan baru Amerika Serikat, yang dilakukan setelah serangan Iran terhadap sebuah kapal dagang yang ditinggalkan dalam keadaan terbakar oleh awaknya.
Reaksi Iran terhadap Serangan AS
Pemerintah Iran mengutuk gelombang serangan terbaru AS tersebut. Iran mengatakan bahwa serangan tersebut telah "membuat sia-sia" semua upaya diplomatik beberapa bulan terakhir. "Serangan barbar ini bukan hanya pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi juga ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan internasional," kata Kementerian Luar Negeri Iran.
Dampak pada Perang Timur Tengah
Ketegangan tersebut mengancam kesepakatan sementara yang bertujuan untuk mengakhiri perang Timur Tengah, yang meletus pada akhir Februari lalu. Hambatan utama untuk mencapai kesepakatan akhir adalah tentang masa depan Selat Hormuz, yang ditutup Iran untuk pelayaran komersial selama perang dengan AS dan Israel. Selat Hormuz merupakan jalur utama untuk ekspor minyak dan gas dari Teluk. Penutupannya selama perang telah berdampak besar pada ekonomi dunia.
Sikap Iran dan AS
Iran bersikeras untuk mengendalikan jalur pelayaran dan berencana untuk mengenakan biaya, sebuah sikap yang ditolak Washington. Komando Pusat AS kemudian mengumumkan pada hari Minggu bahwa Selat Hormuz terbuka untuk semua kapal, dan bahwa pasukan militer AS "diposisikan dan siap" untuk memastikan kebebasan navigasi.



