Australia Kirim Pesawat Pengintai untuk Jaga Keamanan Selat Hormuz
Australia Kirim Pesawat Pengintai di Selat Hormuz

Australia mengerahkan pesawat pengintai canggih Boeing E-7 Wedgetail untuk mendukung misi internasional di Selat Hormuz. Langkah ini diambil untuk menjaga jalur pelayaran tetap terbuka di tengah konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Misi Defensif dan Diplomasi

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengumumkan pengerahan pesawat tersebut setelah pertemuan virtual dengan lebih dari 40 negara pada Selasa (12/5/2026). Pesawat ini sebelumnya telah dikerahkan ke Timur Tengah pada Maret lalu untuk melindungi Uni Emirat Arab dari serangan balasan Iran.

Marles menegaskan bahwa peran Australia akan bersifat defensif, melengkapi upaya diplomatik, dan mengurangi risiko eskalasi. Misi multinasional yang dipimpin Inggris dan Prancis ini fokus pada pengamanan navigasi di Selat Hormuz yang strategis.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Ekonomi dan Ketegangan Regional

Treasurer Australia Jim Chalmers memperingatkan bahwa ketidakstabilan di Timur Tengah mempengaruhi harga energi global dan dapat membebani ekonomi Australia melalui inflasi. Ketegangan meningkat sejak serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang dibalas Iran dengan rudal dan drone.

Iran menutup Selat Hormuz, jalur utama minyak dan gas, selama pertempuran. AS merespons dengan blokade pelabuhan Iran. Gencatan senjata berlaku sejak awal April melalui mediasi Pakistan, namun perundingan damai di Islamabad gagal mencapai kesepakatan.

Peran Pesawat E-7 Wedgetail

Boeing E-7A Wedgetail dianggap sebagai platform pengintai udara tercanggih. Pesawat ini akan mendukung operasi pengawasan dan perlindungan jalur pelayaran internasional di kawasan tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga