Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya masyarakat Aceh, terkait polemik yang muncul dari video ucapan menyambut Bulan Maria 2026. Dalam video tersebut, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar tampil mengenakan busana adat Aceh, yang kemudian menuai kritik tajam dari berbagai pihak.
Penjelasan Kemenag
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa pihaknya sangat menghargai setiap kritik yang masuk dan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi untuk ke depannya. Thobib memastikan bahwa tidak ada niat sedikit pun untuk merendahkan nilai kesakralan pakaian adat Aceh.
“Kami menghormati respons sebagian masyarakat Aceh terkait baju yang dikenakan Menag dalam rekaman video greetings Bulan Maria. Saran yang disampaikan menjadi masukan perbaikan di masa mendatang,” ujar Thobib melalui laman resmi Kemenag pada Selasa (12/5).
Kronologi Pengambilan Video
Thobib menjelaskan bahwa proses pengambilan video tersebut sebenarnya bertepatan dengan agenda peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026. Saat itu, terdapat dua agenda pengambilan video sebelum upacara dimulai, yaitu ucapan Hardiknas 2026 dan tayangan Bulan Maria. Menag secara khusus memilih mengenakan pakaian adat Aceh untuk momen peringatan Hardiknas tersebut.
“Perlu kami sampaikan bahwa rekaman tersebut dilakukan bersamaan dengan persiapan upacara Hari Pendidikan Nasional. Saat itu, Menag didapuk menjadi Inspektur Upacara dan sesuai tema nasional, beliau mengenakan busana adat Nusantara, dalam hal ini baju adat Aceh,” jelas Thobib.
“Keputusan mengenakan baju Aceh dalam upacara Hardiknas adalah bentuk penghormatan Menag terhadap identitas budaya Serambi Mekkah pada momen nasional tersebut,” sambungnya.
Langkah Perbaikan
Guna meredam kegaduhan di masyarakat, Kemenag memastikan telah mengambil langkah perbaikan cepat. “Kami juga mohon maaf atas hal ini. Menag juga sudah melakukan rekaman ulang greetings Bulan Maria dengan tidak mengenakan baju adat daerah,” ujar Thobib.
Polemik di Masyarakat
Polemik ini bermula ketika Menag Nasaruddin Umar tampil mengenakan pakaian adat Aceh dalam tayangan video ucapan menyambut Bulan Maria yang ditujukan khusus untuk umat Katolik. Dalam Gereja Katolik, Bulan Maria jatuh pada bulan Mei, di mana umat Katolik mendedikasikan waktu untuk menghormati Bunda Maria melalui devosi, doa rosario, dan ziarah.
Sebelumnya, LSM Gadjah Puteh mengecam keras pernyataan dan penampilan Menteri Agama RI terkait penggunaan pakaian adat Aceh beserta atributnya. Mereka menilai hal ini tidak menghormati nilai-nilai syariat Islam dan marwah masyarakat Aceh. Pakaian adat Aceh bukan sekadar busana budaya, melainkan simbol kehormatan, identitas, dan nilai religius masyarakat Aceh yang dikenal sebagai daerah bersyariat Islam dengan mayoritas penduduk muslim.
Kemenag berharap permohonan maaf ini dapat diterima dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih sensitif terhadap nilai-nilai budaya dan agama di masa mendatang.



