Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan akan segera mengumumkan kesepakatan nuklir dengan Arab Saudi yang memberikan program nuklir sipil kepada negara Teluk tersebut. Pengumuman dijadwalkan pada Rabu (22/7) waktu setempat, di tengah eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran.
Menurut laporan New York Times yang mengutip dua pejabat AS anonim, pemerintahan Trump berencana menandatangani dan mengumumkan kesepakatan secara resmi pada hari Rabu. Kesepakatan ini disebut akan memberikan miliaran dolar bagi industri nuklir AS.
Ketentuan Kesepakatan 30 Tahun
Wall Street Journal melaporkan bahwa kesepakatan berdurasi 30 tahun itu mencakup ketentuan yang mewajibkan perusahaan AS membangun fasilitas pengayaan uranium di Arab Saudi, jika studi bersama menyimpulkan hal tersebut diperlukan. Namun, langkah ini menuai tentangan dari sejumlah anggota parlemen AS dari kedua partai dan pejabat Israel, yang khawatir proyek nuklir sipil dapat dialihfungsikan untuk mengembangkan senjata nuklir.
Kesepakatan diperkirakan akan diajukan ke Kongres AS dalam beberapa hari ke depan, meskipun persetujuan Kongres tidak diperlukan untuk pengesahannya.
Konflik dengan Houthi Kembali Memanas
Situasi semakin rumit dengan kembali pecahnya pertempuran antara AS dan Iran. Sekutu Iran di Yaman, Houthi, mengancam akan memperluas perang pekan ini dengan memblokade pelabuhan-pelabuhan Saudi. Arab Saudi dan Houthi saling baku tembak minggu lalu untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, mengancam gencatan senjata yang berlaku sejak 2022.
Menurut pejabat AS, kesepakatan nuklir ini diharapkan dapat memperkuat aliansi strategis dengan Arab Saudi di tengah ketegangan regional. Namun, kritikus memperingatkan risiko proliferasi nuklir di kawasan yang sudah tidak stabil.



