AS Serang Fasilitas Militer Iran, Ledakan Terdengar di Ahvaz, Chabahar, dan Bandar Abbas
AS Serang Fasilitas Militer Iran, Ledakan di Tiga Kota

Militer Amerika Serikat kembali melancarkan gelombang serangan terhadap Iran pada Rabu (15/7/2026) waktu setempat, menargetkan fasilitas militer yang digunakan untuk mengancam kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa serangan gelombang kedua ini diluncurkan pada pukul 15.00 waktu timur (ET) dan menyasar kemampuan militer Iran yang mengancam kebebasan navigasi di jalur air internasional yang vital bagi perdagangan global.

Ledakan Terdengar di Tiga Kota Iran

Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan suara ledakan terdengar di kota Ahvaz, dekat perbatasan dengan Irak. Ahvaz telah berulang kali menjadi sasaran pasukan AS sejak pertempuran kembali pecah pada bulan ini. Selain itu, ledakan juga terdengar di Chabahar setelah rudal-rudal AS menghantam sebuah menara pengawas angkatan laut di kota tersebut. Menara pengawas itu merupakan fasilitas sipil yang digunakan untuk keamanan maritim serta operasi pencarian dan penyelamatan bagi para nelayan.

Sejumlah ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas, demikian dilaporkan oleh Mehr, seraya menambahkan bahwa proyektil-proyektil AS menghantam sebuah lokasi di dekat kota tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Iran Menolak Negosiasi

Menanggapi serangan tersebut, Iran menegaskan tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dengan AS. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan saat ini pihaknya tengah fokus pada pertahanan negara. Hal ini menyusul serangan yang dilancarkan AS ke Teheran.

“Saat ini kami tidak memiliki rencana untuk bernegosiasi dan tetap fokus pada pertahanan negara,” kata Esmaeil Baghaei, seperti dilansir CNN dan Aljazeera pada Rabu (15/7).

Baghaei menegaskan bahwa Iran tidak akan mematuhi perjanjian apa pun jika AS melanggar kewajibannya. Dia juga meyakini Amerika Serikat telah mengabaikan gencatan senjata sejak awal. “Ini adalah sebuah prinsip, dan kami akan terus berpegang teguh pada hal tersebut,” ujar Baghaei.

Serangan Bertujuan Lindungi Selat Hormuz

Dalam pernyataannya, CENTCOM menekankan bahwa serangan ini bertujuan untuk menuntut pertanggungjawaban Iran atas perintah dari Panglima Tertinggi. “Militer AS menuntut pertanggungjawaban Iran atas perintah dari Panglima Tertinggi,” tulis akun Komando Pusat AS. Serangan ini merupakan bagian dari operasi untuk melindungi kebebasan navigasi di Selat Hormuz, yang merupakan jalur air internasional sangat penting bagi perdagangan global.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga