Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan gelombang serangan terbaru terhadap Iran pada malam keenam berturut-turut. Operasi militer ini berlangsung di tengah pertempuran sengit antara AS dan Iran untuk memperebutkan kendali atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.
Serangan Terbaru dan Tujuan Militer
Centcom menyatakan bahwa serangan terbaru bertujuan untuk "lebih lanjut melemahkan kemampuan militer Iran". Operasi ini merupakan bagian dari eskalasi konflik yang terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Selain serangan udara, pasukan AS juga telah menaiki sebuah kapal sebagai bagian dari blokade terhadap pelabuhan Iran dan kawasan sekitar Selat Hormuz.
Dampak pada Selat Hormuz
Pertempuran memperebutkan Selat Hormuz telah menyebabkan nyaris lumpuhnya jalur pelayaran tersebut. Selat Hormuz merupakan salah satu titik paling strategis di dunia, yang dilalui sekitar 20 persen dari total pasokan minyak global. Gangguan di wilayah ini berpotensi memicu krisis energi global dan lonjakan harga minyak.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran mengenai serangan terbaru ini. Namun, sebelumnya Iran telah mengancam akan menutup Selat Hormuz jika keamanannya terancam. Konflik ini semakin memanas setelah serangkaian insiden di perairan Teluk Persia dalam beberapa pekan terakhir.
Reaksi Internasional
Masyarakat internasional mengkhawatirkan eskalasi konflik ini akan berdampak luas pada stabilitas kawasan Timur Tengah dan ekonomi global. Beberapa negara telah menyerukan de-eskalasi dan dialog diplomatik untuk mencegah perang terbuka. Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda penurunan ketegangan antara kedua negara.



