Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti angkat bicara mengenai fenomena sekolah dasar negeri (SDN) di berbagai daerah yang sepi peminat, bahkan hanya memiliki sedikit siswa baru. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini tengah melakukan pendataan terhadap SDN yang kekurangan murid.
"Kementerian sedang mendata sekolah yang jumlah muridnya kurang dari 60," kata Abdul Mu'ti di Jakarta, Jumat (17/7), seperti dikutip dari Detik.
Rapat Khusus dengan Mendagri
Abdul Mu'ti mengaku telah membicarakan masalah ini secara nonformal dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Rencananya, akan digelar rapat khusus untuk membahas fenomena sepinya peminat SDN tersebut.
"Secara nonformal saya sudah menyampaikan masalah menurunnya jumlah murid SD kepada Bapak Mendagri. Nanti akan diadakan rapat khusus membahas fenomena tersebut," ujar Abdul Mu'ti.
SDN di Semarang: Hanya Tiga Siswa Baru
Di SDN Purwoyoso 01, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah, jumlah siswa baru tahun ajaran 2026/2027 hanya tiga orang. Meskipun demikian, sekolah tetap menyambut mereka dengan meriah menggunakan maskot badut dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kepala SDN Purwoyoso 01, Hajar Riatiani, mengungkapkan bahwa awalnya ada lima calon siswa yang mendaftar secara online. Namun, dua di antaranya tidak melakukan daftar ulang sehingga hanya tiga siswa yang resmi masuk.
"Yang mendaftar online ada lima. Tapi dua tidak daftar ulang, jadi yang fix masuk hanya tiga siswa," kata Hajar di sekolahnya, Senin (13/7). Ia menegaskan, "Berapa pun muridnya, tetap kita sambut dengan meriah. Setiap tahun kita ganti tema. Kali ini temanya sirkus, ada badutnya juga."
Boyolali: Hanya Satu Siswa Baru
Fenomena serupa terjadi di SDN 2 Cepokosawit, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Khanza menjadi satu-satunya siswa baru di sekolah tersebut pada tahun ajaran ini. Meskipun hanya satu murid, pihak sekolah berkomitmen memberikan pendidikan terbaik.
Guru kelas 1 SDN 2 Cepokosawit, Andiyani Mudrikah, mengaku sempat merasa minder, tetapi tetap bersemangat. "Ya awalnya merasa, apa ya, minder ada. Tapi balik lagi, kita harus, seberapa pun muridnya, harus tetap semangat, kita layani sebaik-baiknya," ujarnya di sekolah, Senin (13/7). "Jadi harus optimal juga untuk mengajarnya."
Tulungagung: Dua Siswa Baru, Satu Terlambat
Di SDN 2 Plandaan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, hanya dua siswa baru yang diterima. Salah satunya, Candra Mohammad Saputra, datang terlambat tanpa seragam, hanya memakai kaus, celana pendek, dan sandal jepit, diantar oleh kakek dan neneknya.
"Ngapunten terlambat, wonten tamu niki wau (maaf terlambat, tadi masih ada tamu)," kata nenek Candra saat memasuki lingkungan sekolah pada Senin (13/7).
Fenomena sepinya peminat SDN di Pulau Jawa ini menjadi perhatian serius pemerintah. Kemendikdasmen terus mendata dan berkoordinasi dengan Kemendagri untuk mencari solusi agar sekolah negeri tetap diminati masyarakat.



