Washington DC – Amerika Serikat (AS) mengumumkan akan mengerahkan dua kapal perang, sejumlah pesawat angkut, dan helikopter untuk membantu penanganan gempa bumi dahsyat di Venezuela. Selain itu, Washington menjanjikan bantuan sebesar US$ 150 juta atau setara Rp 2,6 triliun kepada otoritas Caracas.
Langkah ini menyusul terjadinya dua gempa bumi secara berurutan, berkekuatan Magnitudo 7,2 dan Magnitudo 7,5, yang mengguncang wilayah Venezuela di dekat pesisir Karibia pada Rabu (24/6) waktu setempat. Survei Geologi AS (USGS) menyebut fenomena ini sebagai gempa bumi doublet atau gempa kembar.
Dua gempa tersebut menyebabkan banyak bangunan runtuh, merusak bandara utama Venezuela, dan memicu kekhawatiran akan jatuhnya banyak korban jiwa. Otoritas Caracas sejauh ini mengumumkan sedikitnya 235 orang tewas, dengan lebih dari 1.500 orang luka-luka. Sedikitnya 200 orang lainnya dilaporkan masih terjebak di reruntuhan.
Dukungan Militer dan Logistik AS
Komando Selatan militer AS dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP pada Jumat (26/6/2026), mengumumkan bahwa pasukannya akan memberikan dukungan bagi tim pencarian dan penyelamatan di Venezuela. Mitra-mitra antarlembaga AS juga akan dikerahkan untuk menaksir kerusakan, mencari korban luka, dan menyalurkan bantuan krusial yang dapat menyelamatkan nyawa.
Pasukan AS yang akan dikerahkan mencakup kapal angkut amfibi USS Fort Lauderdale dan kapal tempur pesisir USS Billings, serta pesawat angkut C-17 Globemaster dan C-130 Hercules.
Paket Bantuan Kemanusiaan
Departemen Luar Negeri AS secara terpisah mengumumkan paket bantuan yang mencakup dana hibah bilateral baru sebesar US$ 50 juta (Rp 899,3 miliar) bagi kelompok bantuan yang telah beroperasi di Venezuela, serta kontribusi sebesar US$ 100 juta (Rp 1,7 triliun) untuk dana kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bagi negara tersebut. Dana tersebut akan mendukung berbagai organisasi, termasuk World Vision, Samaritan's Purse, Catholic Relief Services, International Medical Corps, International Organization for Migration, dan World Food Program.
Washington juga mengerahkan Tim Respons Bantuan Bencana (DART) serta dua unit pencarian dan penyelamatan spesialis perkotaan dari Fairfax County, Virginia, dan Los Angeles County, California.
Pernyataan Pejabat AS
“Kami menerapkan respons yang melibatkan seluruh jajaran pemerintah. Respons ini akan berskala besar, cepat, dan efektif,” kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di sela-sela kunjungannya ke Bahrain. Rubio menambahkan bahwa militer AS akan memainkan peran logistik yang besar dalam operasi bantuan gempa untuk Venezuela.
Para pejabat Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa Washington berkoordinasi dengan otoritas Venezuela, mitra bantuan kemanusiaan, dan sektor swasta untuk mengkaji kebutuhan serta menyalurkan bantuan pada masa krusial setelah gempa.
Hubungan AS-Venezuela Membaik
Langkah AS ini dilakukan di tengah membaiknya hubungan antara Washington dan Caracas dalam beberapa bulan terakhir, menyusul penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan militer Amerika pada Januari lalu.



