Hari ini, Senin (8/6/2026), genap 100 hari sejak koalisi Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 lalu. Serangan yang dilakukan secara tiba-tiba ini mengejutkan berbagai pihak di seluruh dunia.
Balasan Iran dan Eskalasi Konflik
Teheran tidak tinggal diam. Sebagai balasan, Iran menyerang pangkalan militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah. Selain itu, Iran juga memblokade Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak global.
Dampak Perang di Berbagai Sektor
Konflik yang berkepanjangan ini telah membawa dampak signifikan ke berbagai sektor. Salah satu yang paling terasa adalah terganggunya jalur distribusi minyak di berbagai negara. Harga minyak dunia melonjak dan pasokan menjadi tidak stabil.
Meskipun gencatan senjata sempat disepakati pada April 2026 lalu, namun serangkaian serangan masih terus terjadi hingga hari ini. Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah masih sangat tegang dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda dalam waktu dekat.
Masyarakat internasional terus mendesak kedua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan dan menghentikan kekerasan. Namun, hingga saat ini, upaya diplomatik belum membuahkan hasil yang konkret.



