Survei SMRC: Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto Dipasangkan untuk Pilpres 2024
Lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) telah merilis hasil penelitian terbaru yang memasangkan Ganjar Pranowo dengan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden dan calon wakil presiden untuk pemilihan umum 2024. Survei ini dilakukan untuk mengukur potensi elektabilitas pasangan tersebut di tengah dinamika politik nasional.
Metodologi dan Simulasi Survei
Survei SMRC dilaksanakan melalui wawancara tatap muka pada periode 13 hingga 20 Maret 2022. Responden yang terlibat adalah masyarakat berusia 17 tahun ke atas atau yang sudah menikah saat survei berlangsung. Total sampel yang digunakan sebanyak 1.220 responden, dengan 1.027 responden yang dianalisis secara mendalam. Survei ini memiliki margin of error sebesar ±3,12 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.
Dalam penelitian ini, SMRC membuat dua simulasi pasangan capres-cawapres. Setiap simulasi menampilkan tiga pasangan kandidat, di mana salah satunya adalah Ganjar Pranowo bersama Airlangga Hartarto. Dua pasangan lainnya yang turut disimulasikan adalah Anies Baswedan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Prabowo Subianto bersama Puan Maharani.
Hasil Simulasi Pertama: Persaingan Ketat
Pada simulasi pertama, pasangan Ganjar-Airlangga berhasil menduduki posisi kedua dengan perolehan suara sebesar 28,5 persen. Pasangan ini hanya kalah tipis dari Anies-AHY yang meraih 29,8 persen. Sementara itu, pasangan Prabowo-Puan berada di urutan ketiga dengan 27,5 persen. Sebanyak 14,3 persen responden memilih tidak tahu atau tidak menjawab.
Menurut rilis resmi SMRC yang diterbitkan pada Kamis, 7 April 2022, ketiga pasangan tersebut mendapatkan dukungan yang relatif seimbang. "Jika pemilihan presiden-wakil presiden diadakan sekarang dan diikuti oleh tiga pasangan, Anies-AHY vs Ganjar-Airlangga vs Prabowo-Puan, ketiga pasangan tersebut mendapat dukungan yang kurang lebih sama," demikian pernyataan dalam rilis tersebut.
Simulasi Kedua: Posisi Berbalik
Dalam simulasi kedua, SMRC kembali memasangkan Ganjar Pranowo dengan Airlangga Hartarto, namun dengan posisi yang berbeda. Kali ini, Airlangga Hartarto ditempatkan sebagai calon presiden, sedangkan Ganjar Pranowo sebagai calon wakil presiden. Hasil simulasi ini menunjukkan pergeseran yang signifikan.
Berikut adalah hasil lengkap simulasi kedua:
- Anies-AHY: 32,3 persen
- Prabowo-Puan: 29,0 persen
- Airlangga-Ganjar: 22,6 persen
- Tidak tahu/tidak jawab: 16,1 persen
Perubahan posisi ini mengindikasikan bahwa elektabilitas pasangan dapat dipengaruhi oleh faktor seperti urutan kandidat dan persepsi publik terhadap peran masing-masing figur.
Analisis dan Pertanyaan Publik
Survei SMRC ini memunculkan sejumlah pertanyaan penting di kalangan masyarakat dan pengamat politik. Akankah pasangan Ganjar-Airlangga benar-benar terealisasi dalam pilpres 2024? Pasangan ini menarik perhatian karena menggabungkan figur dari dua partai besar, yaitu PDIP dan Golkar. Ganjar Pranowo, yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah, dikenal memiliki basis massa yang kuat, sementara Airlangga Hartarto, selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, membawa pengalaman di bidang pemerintahan dan ekonomi.
Respons publik terhadap survei ini beragam, dengan banyak yang mempertanyakan kesiapan dan kompatibilitas kedua tokoh tersebut. Beberapa pihak mendukung gagasan pasangan ini sebagai upaya untuk menyatukan kekuatan politik, sementara yang lain meragukan kemungkinan terjadinya kolaborasi antara dua partai dengan sejarah dan ideologi yang berbeda.
Survei SMRC tidak hanya memberikan gambaran awal tentang potensi pasangan capres-cawapres, tetapi juga menyoroti dinamika politik yang kompleks menjelang pemilihan umum 2024. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi partai politik dan masyarakat dalam mengevaluasi berbagai kemungkinan koalisi dan konfigurasi kandidat.